Minggu, 17 Februari 2019 09:51

Harga Anjlok, Petani Tebu di Madiun Enggan Tanam Lagi

Minggu, 23 September 2018 20:24 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Hendro Utomo
Harga Anjlok, Petani Tebu di Madiun Enggan Tanam Lagi

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Anjloknya harga gula di pasaran membuat petani tebu di Kabupaten Madiun harus berpikir ulang untuk menanami lahan garapannya dengan tanaman tebu.

Seperti nasib yang dialami petani tebu mandiri asal Desa Dolopo, Sayekti yang memasukkan tebunya ke Pabrik Gula Dolopo yang tidak sebanding antara biaya operasional dengan keuntungan yang didapat.

“Kita memasukan sendiri tebu ke PG Pagotan sebab kita diberi pinjaman untuk penggarapan, tapi harga tebu bagi kami sangat minim sekali. Sebab dari penggarapan sampai siap kirim ke pabrik tidak sesuai dengan biaya operasionalnya, mungkin kita akan ganti tanaman jika masih seperti ini,” urai Sayekti.

“Untuk gilingan 8 dan 9 belum bisa cair sedangkan yang 5, 6, 7 sudah bisa cair sedangkan kita masih memiliki gula di pabrik yang belum terjual hingga saat ini membuat saya merasa rugi," tambahnya.

Keluhan senada juga disampaikan Suryadi, petani tebu asal Desa Krandegan, Kecamatan Kebonsari. Akibat anjloknya harga gula kedua petani juga ada keengganan menanam tebu.

Suryadi menguraikan, dirinya mengalami kerugian yang lumayan besar. Selain hasil panen yang belum terbayar hingga selesai giling sejak bulan Juni lalu. Padahal sejak mulai proses giling dirinya mengambil pinjaman di bank yang dipakai untuk biaya tebang, biaya angkut dan lain-lainnya secara otomatis dirinya harus menanggung bunga di bank Rp 15 juta per bulannya.

Dirinya juga mengatakan bahwa hasil gula miliknya yang bernilai kurang lebih Rp 2 miliar belum terealisasi sampai sekarang.

Menurutnya, petani tebu wilayah Madiun selatan ini, sekarang banyak yang beralih fungsi ke tanaman padi atau yang lain. Bila hal tersebut tidak segera teratasi kemungkinan besar akan ada lagi pabrik gula yang tutup dan akan menambah jumlah kemiskinan dan pengangguran.

Perasaan keki juga juga dirasakan Petani Tebu Desa Jerukgulung, Madiun bagian utara, Karno yang bisa dikatakan pakarnya petani tebu. Sebagai petani tebu mandiri yang sudah berpuluh tahun bergelut di bidang tebu, meskipun pemerintah sudah memberi kebijakan harga plafon gula Rp 9.700 per kilo dan Bulog akan membeli gula tersebut. 

Akan tetapi hingga saat ini belum ada realisasi, gula miliknya sekitar 2.000 kuintal serta milik petani lain masih numpuk-numpuk di gudang PG Pagotan. Bahkan menurut keterangan kades petani tersebut info harga Rp 9.700 tersebut infonya harga tersebut belakangan ini anjlok lagi menjadi Rp 9.000,-. 

“Ya kalau harga 10.000 sing lumayan, bahkan pernah harga gula tembus 11. 000 lebih,” tuturnya.

Saat diminta menjelaskan soal penghitungan pembagian kerjasama antara hasil petani dengan PG ia menjelaskan bahwa untuk perolehan gula petani 67%. Sedang PG sebagai mitra produksi memperoleh 33%, sebelum kemudian dilelang KPPR, dan sebelum gula gula itu laku pihak PG memberi pinjaman Rp 4.000/kuintal.

Diakuinya selama dua tahun terakhir memang ada keengganan untuk menanam tebu. Padahal sebagai penanam tebu, Kades Jeruk Gulung pernah menyewa tanah hingga 50 hektare. (hen/ian)

Tim PSC Dinkes Pacitan Siaga 24 Jam, Apa Saja Tugasnya?
Jumat, 01 Februari 2019 06:27 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mempunyai tim public safety center (PSC) yang siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apa saja tugas tim ini? Simak video berikut.
Rabu, 06 Februari 2019 13:59 WIB
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Menambah jumlah destinasi wisata buatan, sebuah desa di Jombang mengembangkan destinasi wisata tanaman. Di areal wisata ini, pengelola menyuguhkan ratusan aneka tanaman bunga yang menarik dan indah. Selain keindahan wisata...
Suparto Wijoyo
Rabu, 13 Februari 2019 10:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU, 13 Februari 2019 ini, Bude Khofifah Indar Parawansa dan Mas Emil E. Dardak dilantik di Istana Negara sebagai Gubernur-Wakil Gubernur periode 2019-2024. Ucapan selamat dan senyum mengembang diragam kesempatan beliau yang me...
Sabtu, 16 Februari 2019 11:20 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 24وَاخْفِضْلَهُمَاجَنَاحَالذُّلِّمِنَالرَّحْمَةِوَقُلْرَّبِّارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيٰنِيْصَغِيْرًاۗWaikhfidh...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...