Ribuan Warga Surabaya Terlibat Drama Teatrikal Perobekan Bendera Belanda

Ribuan Warga Surabaya Terlibat Drama Teatrikal Perobekan Bendera Belanda Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit) yang menjadi tempat perobekan bendera Belanda.

"Semangat itu yang terus kita gelorakan. Anak-anak sudah mulai mengerti dan terus kita pompa supaya mereka tetap menjadi tuan dan nyonya sendiri di kota maupun di negara kita sendiri," harap Risma.

Tak hanya aksi perobekan bendera Belanda, Risma berencana akan menambah kegiatan teatrikal serupa. Salah satunya pertempuran arek-arek Suroboyo dengan tentara Tar tar. Namun Risma mengaku masih mengumpulkan bukti sejarah dari berbagai sumber terkait peristiwa tersebut.

"Selain perobekan bendera, perjuangan saat menang dari tentara Tar tar juga, tapi sedang kita susun," ungkap Risma.

Untuk sementara, dari arsip sejarah yang ada baru sebatas diketahui bahwa pertempuran arek-arek Suroboyo dengan pasukan Tar tar terjadi di seputaran Jembatan hingga Peneleh.

"Lokasinya bukan di Perak. Dulu pelabuhannya bukan di sana (Tanjung Perak) tapi di Peneleh kalau lihat sejarahnya. Ini yang saya dapat dari arsip. Antara Jembatan Merah sampai Peneleh kita masih cari lokasi pastinya," ujar Risma.

Peringatan atau refleksi peristiwa ini memang rutin digelar setiap tanggal 19 September setiap tahunnya. Biasanya aksi teatrikal ini melibatkan ratusan hingga ribuan pelajar di Kota , sekaligus untuk mengenang perjuangan para pahlawan.

Peristiwa perobekan tentara Belanda di Hotel Yamato (kini Hotel Majapahit) memang terjadi pada tanggal 19 September 1945 sebagai puncak dari pertempuran 10 November. (yul/dur)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Angkot Terbakar di Jalan Panjang Jiwo, Sopir Luka Ringan':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO