Minggu, 18 November 2018 18:22

Indahnya Gua Temu Giring di Singgahan, Terdapat Air Terjun dan Aliran Sungai

Selasa, 28 Agustus 2018 23:07 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Indahnya Gua Temu Giring di Singgahan, Terdapat Air Terjun dan Aliran Sungai
Tim Mahipal Unirow melakukan pemetaan goa Temu Giring di Singgahan. foto: ist

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Tim Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) kembali menelusuri keberadaan gua di wilayah Kabupaten Tuban.

Kali ini melalui tim ekspedisinya, Mahipal memetakan Gua Temu Giring yang baru saja ditemukan pada beberapa bulan lalu. Lokasi gua itu berada di dekat wisata air terjun Ngelirip di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.

Informasi yang berhasil dihimpun, keindahan gua ini hampir sama dengan gua lain yang banyak ornamennya. Namun, ada yang lebih menarik lagi dalam gua tersebut, karena terdapat air terjun dan aliran sungai yang deras.

Salah satu aktivis sekaligus pembina Mahipal Unirow, Nafikurrohman kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (28/8) mengatakan, bahwa gua Temu Giring bukan gua baru seperti yang ditemukan di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Menurutnya, gua tersebut merupakan salah satu gua yang terlewati atau belum terpetakan untuk program ekspedisi tahunan. Oleh sebab itu, tim melakukan pemetaan data secara lengkap dari gua tersebut selama beberapa hari ini.

"Goa temu giring ini baru kita ketahui pada tahun ini. Akhir-akhir ini tim mulai memulai memetakan keberadaa goa tersebut," ujar Nafik sapaan akrabnya.

Nafik mengaku tak menduga jika di mulut gua itu terdapat tangkapan air dari kawasan permukaan. Bahkan saking luasnya tangkapan air permukaan, hingga menjadikan struktur gua berbentuk aliran sungai bawah tanah dengan banyak percabangan dan lorong bertingkat. Kondisi ini menjadi sangat penting untuk dikaji ulang akan impact atau dampak berantai dari goa terhadap lingkungan sekitar.

"Kalau dianalisa arah lorong gua, gua ini juga menjadi salah satu pipa atau aliran penyuplai pasokan air sekitar sungai Ngelirip. Sehingga, sangat penting untuk melakukan tindakan pengelolaan, pemeliharan, dan pemanfaatkan lokasi sekitar goa yang lebih strategis," urainya.

"Jika terjadi kerusakan atau pengelolaan yang salah, maka sangat berpengaruh terhadap ekosistem air sungai Nglirip. Baik kondisi alirannya maupun volume air sungai. Banyak potensi yang perlu diinventarisir lebih lanjut. Potensi singkatnya yang bisa dilihat dari gua ini merupakan salah satu produk pendukung serangkaian obyek wisata air terjun Nglirip. Oleh sebab itu, sebagai salah satu organisasi pemerhati gua, kami akan terus mengkaji dan menginventarisir lebih lanjut, baik potensi maupun ancaman yang terjadi terhadap gua-gua di Kabupaten Tuban," papar alumnus Prodi Matematika ini.

"Dalam gua ini banyak potensinya, baik potensi Hidrologi, Biologi, dan sungai bawah tanah. Dan gua ini memang lebih cocok untuk wisata minat khusus, karena kondisinya turunan vertikal dengan kedalaman 15 meter," bebernya.

Untuk itu, ia menilai jika gua tersebut cocok untuk untuk para wisatawan yang suka pertualangan, apabila nantinya dikembangkan. Apalagi di dalamnya terdapat aliran sungai serta air terjun yang diprediksi bisa menarik wisatawan minat khusus, selain karena keindahan ornamennya.

"Untuk ketinggian atap gua sampai ke dasar memang variatif atau berbeda-beda, mulai 13 hingga 15 meter. Sedangkan, panjang goa yang baru ditelusuri sekitar 300 meter, dan itu baru 20 persen dari lorong-lorong yang belum ditelusuri dan dipetakan. Sebab, masih banyak lorong percabangan," pungkas aktivis pecinta alam asli kelahiran Bulu Jowo, Kecamatan Bancar ini. (gun/rev) 

Rabu, 14 November 2018 00:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SUASANA khusuk menyelimuti Jumat malam 9 November 2018 di lorong-lorong kampung, di ruas-ruas musholla, di beranda-beranda langgar, di ruang-ruang masjid, surau ataupun gardu desa. Rakyat membaca doa dengan selingan renungan tent...
Minggu, 18 November 2018 03:20 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wayad’u al-insaanu bialsysyarri du’aa-ahu bialkhayri wakaana al-insaanu ‘ajuulaan (11).Ayat studi ini mengingatkan, betapa watak dasar manusia itu tak sabaran, maunya segera terwujud ap...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Selasa, 06 November 2018 22:28 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Dua tahun terakhir Kabupaten Madiun mendapatkan penghargaan Anugerah Wisata Tingkat Provinsi Jawa Timur. Pertama anugerah wisata buatan terbaik provinsi diraih Taman Wisata Madiun Umbul Square tahun 2017, menyusul kemudian ...