Selasa, 15 Juni 2021 20:28

Hasil Pemetaan Gua di Desa Jadi Semanding, Begini Kondisinya

Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Gunawan Wihandono
Hasil Pemetaan Gua di Desa Jadi Semanding, Begini Kondisinya

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim menelusuri gua pada Minggu (5/9) kemarin.

Perwakilan Astaga Komisariat Daerah Jawa Timur, Nafikurrohman yang sekaligus sebagai Chief Instructor Training Gua kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (8/9), membeberkan bahwa gua tersebut membentang ke arah timur laut dan ke barat daya. Panjang gua secara keseluruhan 226 meter, namun jika diukur secara datar 214 meter.

"Dari gua sepanjang itu kami bagi dalam 18 station. Untuk lubangan akibat bekas proses tambang itu berada di station 7," ujar Nafik sapaan akrabnya.

Pria yang ikut menyusun standar kompetensi pemandu wisata gua itu menjelaskan, bila diukur dari station 7 atau titik lubang yang ditemukan saat ini, panjang gua ke arah timur laut atau ke arah station 0 mencapai 101 meter. Sedangkan, dari station 7 ke arah barat daya atau mengarah ke station 18 memiliki panjang sekitar 125 meter. Sementara kedalaman gua dari permukaan tanah tambang jika dilihat secara rata maka mencapai 32 meter.

BACA JUGA : 

Pengunjung Membeludak, Pengelola Wisata di Tuban Diminta Perketat Prokes

Ini Sebab Roda Ekonomi di Wisata Bektiharjo Tuban Makin Lesu

Tak Mau Kecolongan Muncul Klaster Baru, Kapolres Tuban Sidak Tempat Wisata

Viralkan Wisata di Tuban, Mahasiswa 7 Negara Bersama Kartar Surabaya Ikuti International Camp

"Ketinggian atap gua sampai lantai dasar gua mencapai 11 meter dan terendah 0,5 meter. Ada pula yang ketinggiannya 2 meter. Memang variatif, tapi penentuan ukuran ini sudah sesuai aturan dan menggunakan rumus cartesius," tuturnya.

Dari 18 station, lebar gua yang paling besar mencapai 18,3 meter dan itu terletak di station 11. Sementara paling sempit sekitar 1,7 meter dan terletak di station 15.

"Secara keseluruhan ada 18 station dan cara menentukan station sendiri ketika ada perubahan lorong, perubahan bentuk atau arah, perubahan sudut kemiringan, penemuan-penemuan penting seperti mata air atau ornamen atau ketemu sungai. Sedangkan, jarak maksimal adalah 30 meter per station," urainya.

"Kami berharap peta ini bermanfaat untuk masyarakat, agar masyarakat tahu bahwa di sekeliling lahan lokasi tambang ada gua. Yang penting ini untuk pengetahuan dan keselamatan bagi masyarakat sekitar," tandas pria alumni Unirow Tuban ini.

Sementara untuk tingkat risiko, Nafik menyebut ada beberapa station yang di atasnya masih beraktivitas tambang. "Jika tambang itu diteruskan maka tidak menutup kemungkinan akan muncul lubang baru. Dikhawatirkan dapat mengangancam aktivitas keselamatan penambang," katanya.

"Semisal saja di station 0, di lokasi itu saat tim ada di sana sudah mendengar suara gergaji mesin. Tapi untuk data lengkapnya tunggu saja dulu, karena besok kami akan memetakan arah gua dari permukaan. Salah satunya mengukur kepastian ke mana arah gua tersebut membentang," bebernya.

Sedangkan deskripasi di dalam gua, Nafik mengungkapkan jika dari station 0 hingga 10 ditemukan banyak ornamen-ornamen bagus berciri khas gua di sepanjang Utara Jawa. Seperti, stalaktit dan stalagmit serta helektit atau bebatuan yang membentuk aliran ke samping atau melawan gravitasi. Dilihat dari ornamen-ornamennya, Nafik memperkirakan umur gua sudah mencapai ratusan ribu tahun.

"Di sisi lain pada ujung ke arah barat daya ada sebuah lobang kolam yang prediksi sangat curam. Hal itu dilihat saat dilempar batu suaranya seperti lobangan air yang memiliki kedalaman tinggi. Sedangkan, untuk menuju ke ruangan yang ada kolamnya itu harus merayap," ungkapnya.

"Yang kami khawatirkan, jika di atas permukaan gua ada aktivitas tambang, maka ini yang berbahaya. Oleh sebab itu, penemuan gua di atas lahan tambang ini perlu didudukkan bersama, mulai dari masyarakat, pemerintah desa, kecamatan hingga Pemkab Tuban. Agar semua tahu lokasi mana yang bisa dijadikam tambang dan lahan mana yang berbahaya," pungkas Nafik.(gun/dur) 

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Selasa, 15 Juni 2021 06:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-RUU Pajak makin ramai dan kontroversial. Tapi suara fraksi-fraksi di DPR kali ini menolak. Alias tak mendukung rencana pemerintah.Apa benar ini karena Pilpres sudah dekat? Atau karena para pimpinan parpol belum dipanggil pr...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...