Minggu, 21 Oktober 2018 11:58

Hasil Pemetaan Gua di Desa Jadi Semanding, Begini Kondisinya

Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Gunawan Wihandono
Hasil Pemetaan Gua di Desa Jadi Semanding, Begini Kondisinya

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim menelusuri gua pada Minggu (5/9) kemarin.

Perwakilan Astaga Komisariat Daerah Jawa Timur, Nafikurrohman yang sekaligus sebagai Chief Instructor Training Gua kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (8/9), membeberkan bahwa gua tersebut membentang ke arah timur laut dan ke barat daya. Panjang gua secara keseluruhan 226 meter, namun jika diukur secara datar 214 meter.

"Dari gua sepanjang itu kami bagi dalam 18 station. Untuk lubangan akibat bekas proses tambang itu berada di station 7," ujar Nafik sapaan akrabnya.

Pria yang ikut menyusun standar kompetensi pemandu wisata gua itu menjelaskan, bila diukur dari station 7 atau titik lubang yang ditemukan saat ini, panjang gua ke arah timur laut atau ke arah station 0 mencapai 101 meter. Sedangkan, dari station 7 ke arah barat daya atau mengarah ke station 18 memiliki panjang sekitar 125 meter. Sementara kedalaman gua dari permukaan tanah tambang jika dilihat secara rata maka mencapai 32 meter.

"Ketinggian atap gua sampai lantai dasar gua mencapai 11 meter dan terendah 0,5 meter. Ada pula yang ketinggiannya 2 meter. Memang variatif, tapi penentuan ukuran ini sudah sesuai aturan dan menggunakan rumus cartesius," tuturnya.

Dari 18 station, lebar gua yang paling besar mencapai 18,3 meter dan itu terletak di station 11. Sementara paling sempit sekitar 1,7 meter dan terletak di station 15.

"Secara keseluruhan ada 18 station dan cara menentukan station sendiri ketika ada perubahan lorong, perubahan bentuk atau arah, perubahan sudut kemiringan, penemuan-penemuan penting seperti mata air atau ornamen atau ketemu sungai. Sedangkan, jarak maksimal adalah 30 meter per station," urainya.

"Kami berharap peta ini bermanfaat untuk masyarakat, agar masyarakat tahu bahwa di sekeliling lahan lokasi tambang ada gua. Yang penting ini untuk pengetahuan dan keselamatan bagi masyarakat sekitar," tandas pria alumni Unirow Tuban ini.

Sementara untuk tingkat risiko, Nafik menyebut ada beberapa station yang di atasnya masih beraktivitas tambang. "Jika tambang itu diteruskan maka tidak menutup kemungkinan akan muncul lubang baru. Dikhawatirkan dapat mengangancam aktivitas keselamatan penambang," katanya.

"Semisal saja di station 0, di lokasi itu saat tim ada di sana sudah mendengar suara gergaji mesin. Tapi untuk data lengkapnya tunggu saja dulu, karena besok kami akan memetakan arah gua dari permukaan. Salah satunya mengukur kepastian ke mana arah gua tersebut membentang," bebernya.

Sedangkan deskripasi di dalam gua, Nafik mengungkapkan jika dari station 0 hingga 10 ditemukan banyak ornamen-ornamen bagus berciri khas gua di sepanjang Utara Jawa. Seperti, stalaktit dan stalagmit serta helektit atau bebatuan yang membentuk aliran ke samping atau melawan gravitasi. Dilihat dari ornamen-ornamennya, Nafik memperkirakan umur gua sudah mencapai ratusan ribu tahun.

"Di sisi lain pada ujung ke arah barat daya ada sebuah lobang kolam yang prediksi sangat curam. Hal itu dilihat saat dilempar batu suaranya seperti lobangan air yang memiliki kedalaman tinggi. Sedangkan, untuk menuju ke ruangan yang ada kolamnya itu harus merayap," ungkapnya.

"Yang kami khawatirkan, jika di atas permukaan gua ada aktivitas tambang, maka ini yang berbahaya. Oleh sebab itu, penemuan gua di atas lahan tambang ini perlu didudukkan bersama, mulai dari masyarakat, pemerintah desa, kecamatan hingga Pemkab Tuban. Agar semua tahu lokasi mana yang bisa dijadikam tambang dan lahan mana yang berbahaya," pungkas Nafik.(gun/dur) 

Suparto Wijoyo
Rabu, 17 Oktober 2018 11:08 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DARI Malang menuju Bekasi. Begitulah aksi KPK dalam melakukan gerakan senyap OTT yang melibatkan para bupati kedua daerah itu. Simbul para koruptor kian menjalar dari daerah ke daerah untuk merapatkan barisan sambung-meny...
Sabtu, 20 Oktober 2018 19:42 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Menjadi viral saat ada rombongan umrah menyanyikan lagu Ya Lal Wathan, termasuk yang memb...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...