MENGHARUKAN. Yudi saat foto bersama istri dan kerabatnya usai melakukan ijab kabul.
"Saya tau kondisinya, namun karena saya sudah sayang dan cinta sama Evi kondisi itu justru memantapkan saya untuk segera menikahi dan membahagiakan Evi," ungkap Yudi.
Pernikahan sepasang kekasih di ruang perawatan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dibenarkan pihak rumah sakit. Melalui Plt Direktur RSUD Ngudi Waluyo dr. Endah Woro Utami mengatakan, kondisi mempelai perempuan Evi (22) tidak dimungkinkan untuk dibawa pulang.
"Kondisi pasien masih lemah, tidak dimungkinkan untuk dibawa pulang," ungkap Endah Woro Utami.
Melihat kondisi itu, keluarga mempelai laki-laki meminta izin pihak rumah sakit untuk melangsungkan ijab kabul di ruang perawatan. Melihat kegigihan keduanya untuk tetap melaksanakan ijab kabul serta mempertimbangkan kondisi mempelai perempuan, pihak rumah sakit akhirnya mengizinkan keduanya melangsungkan pernikahan.
"Sudah minta izin ke pihak RS, yang meminta izin pihak keluarga laki-laki untuk melangsungkan ijab kabul di ruang perawatan," imbuhnya. (ina/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




