Minggu, 23 Februari 2020 09:17

Antisipasi Penyakit Berbahaya, DPP Tuban Intensif Periksa Hewan Kurban

Senin, 20 Agustus 2018 21:01 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Antisipasi Penyakit Berbahaya, DPP Tuban Intensif Periksa Hewan Kurban

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Menjelang pelaksanaan hari raya Idul Adha 1439 Hijriah, Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Kabupaten Tuban melakukan pemeriksaan intensif ke lapak-lapak penjual hewan kurban, Senin (20/8).

Hal itu dimaksudkan untuk memastikan hewan kurban sehat dan tidak berpenyakit sebelum dipotong, agar tidak berbahaya jika dikonsumsi manusia.

Kabid Kesehatan Hewan DPP Tuban, Basoeki Tjahjono mengatakan pihaknya belum menemukan hewan kurban yang mengalami gejala penyakit berbahaya selama melaksanakan pemeriksaan. 

"Hasilnya nihil, tidak menemukan kambing atau sapi yang mengidap gejala penyakit berbahaya," ujarnya.

Adapun pemeriksaan itu meliputi kondisi fisik hewan seperti cacat organ tubuh, mukosa mata, mukosa mulut, dan mukosa telinga.

Kegiatan serupa akan dilakukan secara intensif oleh petugas mulai dari lapak penjual, hingga di masjid tempat pemotongan hewan kurban dilakukan. Petugas akan menyisir setiap masjid dan memeriksa sampel daging untuk memastikan tidak mengandung penyakit.

"Ada lima titik lapak yang diperiksa yakni, di Perbon, Sugiharjo, Koang, Senori, dan Sumberejo. Dari semua itu, telah sebanyak 200 ekor kambing dan 100 ekor sapi yang diperiksa, semuanya dinyatakan sehat," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Basoeki mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih hewan kurban. "Masyarakat harus mengetahui asal muasal hewan sebelum membelinya. Hewan yang sehat biasanya terlihat cerah, lincah, dan sekitar mulut terlihat basah," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu penjual hewan kurban, Muhammad Ashad mengaku siap mengembalikan uang pembeli jika ada kambing atau sapinya yang mengalami kelainan atau sakit.

"Untuk harga kambing rata-rata di kisaran Rp 2,2 juta hingga Rp 4 juta per ekor, sedangkan sapi dijual dengan harga rata-rata Rp 15 juta sampai Rp 17,5 juta per ekornya," ucap Ashad saat ditemui di lapaknya yang hanya ditutupi terpal dan tanpa dinding pembatas itu.(gun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...