“Konsep religi ini sesuai dengan pendidikan diniyah salafiyah yang menjadi ciri khas di Jatim,” terangnya.
Pakde Karwo berharap, program peningkatan kualitas guru madin yang dilakukan Pemprov Jatim ini dapat terus berjalan walaupun nantinya berganti gubernur. “Saya harap program ini dapat terus berjalan,” terangnya.

(Gubernur Jatim Pakde Karwo memberikan ucapan selamat kepada 3 (tiga) perwakilan perguruan tinggi yang secara simbolis menandatangani kesepakatan bersama dengan Pemprov Jatim)
Tenaga Pengajar Kompeten dan Profesional
Sementara itu dalam laporannya, Penjabat (Pj) Sekdaprov Jatim, Dr. Ir. Jumadi, M.MT mengatakan, program kualifikasi akademik guru madin di Jatim ini bertujuan agar para guru memiliki kualifikasi akademik S-1 dan kompetensi dasar sehingga mampu menjadi tenaga pengajar yang kompeten dan profesional.
Menurutnya, mulai 2006 sampai 2015, penyelenggaraan program peningkatan kualitas guru madin ini dilaksanakan oleh PTKIS yang memiliki empat program studi yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI).
Sampai dengan tahun 2017, lanjutnya, jumlah peserta program ini sebanyak 10.952 orang dan yang sudah lulus sebanyak 8.715 guru madin. Sementara untuk tahun ini peserta berjumlah 1.015 orang yang akan memulai perkuliahan pada September mendatang.
Turut hadir dalam acara ini Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim, Saiful Rachman dan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Masdar Hilmy S.Ag, M.A, Ph.d selaku koordinator Kopertais Wil. IV Surabaya. (ian/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




