Selasa, 20 Agustus 2019 13:20

Diperiksa KPK, Halim Iskandar Ngaku Kenal Taufiqurrahman Sama Aktif di Partai

Selasa, 31 Juli 2018 22:23 WIB
Editor: tim
Diperiksa KPK, Halim Iskandar Ngaku Kenal Taufiqurrahman Sama Aktif di Partai
Abdul Halim Iskandar (tengah). Foto: Kompas.com

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Abdul Halim Iskandar, Ketua DPRD yang juga ketua DPW PKB Jawa Timur akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (31/7/2018), setelah sebelumnya sempat mangkir dengan alasan sakit.

Seperti dikutip medcom.id, kakak kandung Muhaimin Iskandar (Cak Imin) itu tampak keluar dari gedung KPK sekira pukul 15.45 WIB setelah menjalani serangkaian pemeriksaan oleh penyidik Komisi Antirasuah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Pak Halim – panggilan akrabnya - langsung mendapat pertanyaan para wartawan yang biasa ngepos di gedung KPK. Halim Iskandar mengaku diperiksa sebagai saksi untuk proses penyidikan tersangka Bupati non-aktif Nganjuk, Taufiqurrahman.

“Ya saya kenal, waktu di Jombang, yaudah,” kata Halim Iskandar usai menjalani pemeriksaan KPK.

Halim Iskandar mengakui, jika ia pernah beberapa kali bertemu dengan ‎Taufiqurrahman. Menurutnya, dia mengenal Taufiqurrahman dalam susunan kepengurusan kepartaian masing-masing.

“Dia kan orang Jombang. Dia aktif di Golkar, saya di PKB. Kenal sebagai pengurus partai. Sudah itu saja,” imbuhnya.

Halim Iskandar ‎mengatakan, penyidik sempat mencecar sosok Taufiqurrahman saat menjabat sebagai Bupati Nganjuk. Namun demikian, Abdul Halim lupa berapa pertanyaan yang dilayangkan penyidik kepada dirinya.

“Ya lupa, tapi intinya saya ditanyakan apa yang saya tahu tentang Taufiqurahman sebagai Bupati, sudah gitu saja,” ‎terangnya.

Sebelumnya, KPK kembali memanggil Abdul Halim Iskandar, Ketua DPRD Jawa Timur, Selasa (31/7/2018), setelah pada pemanggilan sebelumnya kakak kandung Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin itu tak bisa memenuhi panggilan KPK.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Halim Iskandar dimintai keterangan terkait kasus yang membeli Bupati Nganjuk Taufiqurrahman. “Yang berangkutan diperiksa sebagai‎ saksi untuk penyidikan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) Drs H Taufiqurrahman,” kata Febri Diansyah, Selasa (31/7/2018).

Namun, belum diketahui dengan jelas kaitan Abdul Halim dengan TPPU Taufiqurrahman. Diduga, Ketua DPW PKB Itu mengetahui konstruksi perkara yang menyeret Bupati non-aktif Nganjuk, Taufiqurrahman.

Taufiqurrahman sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencucian uang oleh lembaga Antirasuah. Sebelumnya, Taufiqurrahman juga telah ditetapkan sebagai tersangka penerimaan suap dan gratifikasi.

Sumber: Faktualnews.com
Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...