Selasa, 23 Juli 2019 15:51

TPA Supit Urang Rentan Terbakar, Masyarakat Sekitar Diimbau Waspadai ISPA

Selasa, 24 Juli 2018 17:51 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
TPA Supit Urang Rentan Terbakar, Masyarakat Sekitar Diimbau Waspadai ISPA
Mobil tangki PMK saat berada di lokasi guna melakukan pemadaman sampah yang terbakar di TPA Supit Urang Mulyorejo, Sukun Kota Malang, Selasa (24/07). foto: ist

MALANG KOTA, BANGSAONLINE.com - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Supit Urang Mulyorejo, Sukun Kota Malang, terbakar, Selasa (24/07) dini hari sekitar pukul 03.00 wib. Tumpukan sampah seluas 4 hektare terbakar, dari total luas tanah sekitar 30 hektare lebih.

Menurut Kiki (25) warga RW 5 Mulyorejo, kebakaran tersebut membuat asap seperti kabut menyelimuti wilayah Mulyorejo. Selain itu, juga menimbulkan bau tidak sedap hingga radius 4 Km.

"Warga Mulyorejo mau tidak mau memakai masker sebagai upaya menghindar dari bau sampah yang menyengat. Termasuk upaya antisipasi penyakit sesak nafas atau lainnya," ujar Kiki.

Sementara Sunari, Ketua RW 5 Supit Urang mengatakan bahwa peristiwa terbakarnya sampah di TPA Supit Urang Mulyorejo terjadi hampir tiap tahun, terutama ketika musim kemarau tiba.\

"Kandungan gas metannya cukup besar, berpengaruh dengan terik panas matahari sehingga memberikan efek ke tumpukan sampah," kata Sunari.

"Kalau dari kesengajaan pemulung yang membuang puntung rokok sembarangan tidak mungkin, sebab di situ ladang usahanya. Kami berharap, Pemkot Malang segera menanggulanginya, lewat pemadatan dan pengurukan tanah sesering mungkin," harapnya.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Agus Edi P membenarkan jika kebakaran disebabkan cuaca panas dan angin kencang yang membakar gas metan yang menguap dari tumpukan sampah.

"DLH langsung gerak cepat berkoordinasi dengan dengan OPD terkait seperti BPBD, DPUPR, Disperkim, Dinkes dan instansi lainnya begitu mendengar TPA terbakar. Kami mendatangkan mobil pemadam kebakaran sekian unit, dibantu mobil PMK dari Kabupaten Malang," terang Agus.

"Personil lintas OPD terus melakukan pemadaman hingga pemadatan atau penutupan dengan tanah sampai siang hari. Alat berat pun diturunkan untuk penutupan sampah dengan tanah," pungkas Agus Edi.

Sementara dr. Khusnul Mu'arif, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Malang mengimbau agar masyarakat waspada terhadap kebakaran tersebut. Ia menyarankan warga memakai masker.

"Dampak asap dari terbakarnya sampah dapat memberikan penyakit ISPA (infeksi saluran pernafasan atas) jika terhirup berkepanjangan, sekaligus bisa menyebabkan iritasi mata. Bahkan bisa memunculkan racun, jika terlalu lama asap yang dihisapnya," tegas dr. Khusnul.

Saat ini Dinkes sudah membagikan sejumlah masker kepada masyarakat terdampak. "Sejauh ini belum ada laporan masuk dari warga yang terdampak. Namun Puskesmas siap menampung jika warga mengalami sakit sesak nafas atau lainnya," pungkasnya. (iwa/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...