Bocah Berkebutuhan Khusus di Blitar Dimassa Karena Hal Sepele

Bocah Berkebutuhan Khusus di Blitar Dimassa Karena Hal Sepele Korban mengalami trauma dan syok pasca penganiayaan tersebut.

Terpisah, Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha bereaksi terkait peristiwa ini. Terlebih seorang oknum anggota kepolisian Polres Blitar, diduga ikut terlibat dalam aksi persekusi itu. Karena kejadian berawal dari rumah seorang anggota polisi tersebut.

Anissullah menyayangkan informasi yang beredar secara liar, sehingga cenderung merugikan Polri, utamanya Polres Blitar.

"Informasi liar yang beredar lewat media sosial belum bisa dipertangung jawabkan kebenarannya, hal inilah yang menimbulkan persepsi dan dugaan-dugaan yang justru cenderung merugikan Polri," tutur Anissullah M Ridha.

Sementara berdasarkan rilis Polres Blitar, kronologi kejadian tersebut dari rumah Brigadir CD. Saat itu CD bersama istrinya yang baru pulang jalan-jalan melihat pintu pagar rumahnya dalam keadaan terbuka. Di depan pintu rumahnya ada seorang anak sedang berusaha membuka pintu rumahnya. Karena diduga akan berbuat macam-macam, CD mengejar anak tersebut yang langsung lari menuju garasi. Saat ditanya, anak bertubuh tinggi besar ini tak menjawab apapun.

Kemudian CD memanggil warga yang lewat di depan rumah dengan maksud menanyakan apakah ada yang kenal dengan anak tersebut, tapi tidak ada yang mengenali.

Sesaat kemudian ada beberapa orang berhenti melihat anak itu, tapi tetap tidak ada yang mengenali. CD sempat masuk ke dalam sesaat setelah kejadian. Setelah keluar rumah, CD melihat anak tersebut sudah mengeluarkan darah yang dimungkinkan dipukul oleh warga.

CD sendiri dalam pemeriksaan menyatakan tidak mengetahui siapa yg melakukan pemukulan. Menurut keterangan dari ketua RT 2/1 Agus Mulyanto, warga melihat sekitar 10 orang warga di luar RT 2/1. Setelah itu bocah ini langsung dibawa ke Polsek Garum yang juga diantar oleh CD.

Menindaklanjuti hal ini, sudah diadakan pertemuan antara kedua belah pihak didampingi Kapolsek. Disimpulkan bahwa ini hanyalah kesalahpahaman karena situasi saat kejadian, dan ketidaktahuan dua belah pihak.

Akan tetapi CD tetap diperiksa untuk meneliti jika ada kelalaian atau pelanggaran karena tkp merupakan rumahnya. (ina/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Digiring Maling, Ratusan Bebek Milik Warga di Blitar Raib':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO