Kamis, 20 September 2018 06:23

TPAS Supit Urang Longsor, Satu Pemulung Hilang Tertimbun, Dua Selamat

Kamis, 12 Juli 2018 00:08 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
TPAS Supit Urang Longsor, Satu Pemulung Hilang Tertimbun, Dua Selamat
Plt Wali Kota Malang Sutiaji ketika meninjau tempat longsornya TPAS Supit Urang, Kota Malang. foto: IWAN/ BANGSAONLINE

MALANG KOTA, BANGSAONLINE.com - Tempat Pembuagan Akhir Sampah (TPAS) Supit Urang Mulyorejo, Sukun Kota Malang longsor pada hari Rabu (11/7). Akibat longsor, satu pemulung belum ditemukan, sedangkan 2 lainnya selamat.

Korban yang belum ditemukan diketahui bernama Agus Sujarno (45), warga asal Dampit Kabupaten Malang. Saat tumpukan sampah longsor, korban tidak sempat menyelamatkan diri.

Informasi dari Humas Polres Malang Kota menyebutkan, peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 13.00. Secara tiba-tiba, tumpukan sampah yang menggunung longosor. Saat itu di bawah sedang ada tiga pemulung yang sedang mencari barang-barang yang bisa didaur ulang.

"Korban sendiri adalah seorang yang tiap harinya mengais sampah di lokasi tersebut. Korban berasal dari Dampit Kabupaten Malang, namun kontrak di daerah Gandul Wagir, Kabupaten Malang," jelas Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, Kasubag Humas Polres Malang Kota.

Saksi mata yang ada di TKP, Miskan (35), warga Jl. Rawisari RT. 10 RW. 05, Mulyorejo, Sukun Kota Malang menuturkan, sebelum kejadian dia sedang berada di TPAS bersama korban untuk mencari barang barang yang bisa didaur ulang.

"Ketika sedang enak-enak mengais sampah, gak tahunya seketika itu tumpukan sampah mengalami ambruk. Korban jatuh tidak bisa berlari. Kemungkinan korban tertimbun sampah," terang Miskan.

Sampai saat ini, kata Miskan, korban belum bisa terevakuasi. Karena kesulitan medannya terlalu curam, menyebabkan mobil pengait tidak bisa masuk. "Sepertinya hingga saat ini masih proses pencarian jasad korban," ujar Miskan.

Plt. Wali Kota Malang langsung meninjau lokasi longsor didampingi Kepala DLH Kota Malang Agus Edy P. Sutiaji.

“Kami memerintahkan kepada OPD terkait untuk terus melakukan pencarian kepada korban. Selanjutnya, kami juga meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup memberikan pembatas atau zona merah, agar tidak terjadi korban kembali,” ujar dia.

Dia menyerahkan sepenuhnya teknis pelaksanaan pada DLH yang membidanginya. Pemkot Malang turut belasungkawa atas musibah tersebut. (iwa/rev)

Suparto Wijoyo
Senin, 17 September 2018 22:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEMOKRASI sejak mulanya adalah kerumunan yang meneguhkan kekuatan tanda kuasa sedang digumpalkan. Rakyat terlibat langsung untuk mengatur penyelenggaraan negara kota (polis) yang skala kepentingan maupun wilayahnya tidak seleba...
Selasa, 11 September 2018 13:55 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Cukup jelas pesan ayat studi ini, bahwa Allah SWT pasti menyayangi hamba-Nya yang mau be...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Minggu, 16 September 2018 18:57 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Wisata susur sungai sekarang sudah ada di Kabupaten Tuban, tepatnya di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding. Destinasi wisata susur sungai bernama Wisata Tubing ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebuda...