Selasa, 16 Juli 2019 08:03

Sejumlah Elemen Masyarakat di Jatim Deklarasi Dukung YIM For President

Senin, 09 Juli 2018 22:14 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M Didi Rosadi
Sejumlah Elemen Masyarakat di Jatim Deklarasi Dukung YIM For President
Erianto Ridwan (tengah) salah satu deklarator YIM For President. foto: DIRI ROSADI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sejumlah elemen masyarakat Jawa Timur yang terdiri dari Aliansi Buruh, Petani, dan Mahasiswa dari Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mendeklarasikan dukung Yusril Ihza Mahendra (YIM) for President. Dukungan kepada Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) itu diberikan agar Yusril maju dalam pencalonan presiden tahun 2019. Dukungan itu disampaikan dalam pertemuan di kawasan Gubeng Kertajaya, Senin (9/7).

”Pengalaman Yusril Ihza Mahendara sudah teruji. Pernah menjadi menteri, serta punya kemampuan dalam ilmu tata negara yang menjadi modal untuk bisa menata negeri ini lebih baik,” ujar Erianto Ridwan, salah seorang deklarator dukungan tersebut.

Yusril juga dinilai mempunyai kecakapan dan kompetensi dalam menuntaskan sejumlah permasalahan bangsa, seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, dan perpecahan umat.

”Beliau juga mempunyai jaringan luas di tingkat global untuk membawa negeri ini disegani dalam percaturan politik dunia,” imbuh Erianto.

Untuk mengkonkretkan dukungan ini, gabungan petani, buruh, dan mahasiswa Situbondo bakal semakin rajin bergerak menggalang dukungan serta menyosialisasikan rekam jejak Yusril.

”Kami ingin membuka perspektif baru di masyarakat bahwa negeri kita butuh perbaikan. Tidak cukup kita dibuat terlena dengan beragam model pencitraan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, gabungan tiga elemen masyarakat itu juga mengkritisi beragam aturan pemilu yang berlawanan dengan nilai-nilai demokrasi. Misalnya, soal ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 20 persen.

”Regulasi itu tidak memberikan alternatif pilihan calon pemimpin negeri ini. Rakyat hanya disuguhkan kekuatan yang sama, seolah-olah rakyat tak berhak menghadirkan calon pemimpin alternatif,” tandasnya.

Dia mengatakan, mempersempit ruang kesempatan kepada calon-calon presiden untuk mencalonkan diri adalah bentuk nyata tindakan koruptif terhadap demokrasi. Ironisnya, hal itu diamini oleh partai-partai penyokong oligarki kekuasaan yang pada hakekatnya partai-partai tersebut telah mencederai amanah dan aspirasi konstituen untuk mendapatkan calon presiden dengan ragam kemampuan yang mumpuni.

"Sejatinya kesempatan yang sama harus diberikan kepada putra bangsa yang punya potensi. Jangan dibatasi dengan aturan, biarkan rakyat yang memilih pemimpinnya," pungkas Eri. (mdr/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...