Sabtu, 23 Februari 2019 18:46

Mengarak Pengantin Kopi di Keboen Kopi Karanganjar

Sabtu, 07 Juli 2018 16:39 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Akina Nur Alana
Mengarak Pengantin Kopi di Keboen Kopi Karanganjar

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Di tengah gerusan budaya modern, tradisi unik pengantin kopi masih dilestarikan di Blitar. Tepatnya di Keboen Kopi Karanganjar atau De Karanganjar Koffieplantage, Dusun Karanganyar, Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Arak-arakan pengantin kopi ini merupakan ritual tahunan yang digelar pemilik Keboen Kopi Karanganjar, untuk menandai dimulainya musim panen kopi.

Ritual ini dimulai dengan memetik kopi di salah satu lokasi perkebunan kopi seluas 250 hektare tersebut yang dianggap paling subur. Untuk memetik kopi, sejumlah sesepuh hadir untuk memimpin ritual. Para sesepuh inilah yang akan memilih mana kopi lanang (laki-laki) dan mana kopi wadon (perempuan) yang akan dijadikan pengantin. Setelah itu kopi lanang dan kopi wadon dibungkus menggunakan kain putih lalu diarak mengelilingi sebagian kebun kopi diiringi alunan gamelan.

Setelah diarak, kopi lanang dan kopi wadon diserahkan kepada pengelola pabrik kopi di yang sudah menunggu di pendopo yang juga dijadikan pelaminan pengantin kopi sebagai pertanda siap diolah. Penyerahan pengantin kopi ini diikuti dengan kenduri sebagai tanda syukur kepada sang pencipta.

"Ini adalah tradisi turun temurun yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan akan tetap kami lestarikan sebagai salah satu warisan budaya asli Kabupaten Blitar," jelas pengelola Keboen Kopi Karanganjar, Wima Brahmantya, Sabtu (7/7/2018).

Suwito (66) salah satu sesepuh setempat yang ikut mengarak pengantin kopi mengatakan, tujuan ritual pengantin kopi adalah sebagai ucapan rasa syukur kepada sang pencipta. Agar hasil panen tahun-tahun berikutnya lebih baik dan lebih banyak.

Menurut Suwito, tradisi pengantin kopi sudah diadakan sejak jaman kolonial. Bahkan pada masa keemasan komoditas kopi sekitar tahun 1950 hingga 1960 ritual pengantin kopi digelar dengan sangat meriah. "Tradisi mengawinkan ini sudah ada sejak jaman penjajahan. Bahkan dulu digelar sangat meriah," tutur Suwito.

Tradisi ritual pengantin kopi ini dibuka untuk umum. Wisatawan yang menghabiskan liburan ke Keboen Kopi Karanganjar boleh ikut dan melihat langsung tradisi ini. (ina/ns)

Tim PSC Dinkes Pacitan Siaga 24 Jam, Apa Saja Tugasnya?
Jumat, 01 Februari 2019 06:27 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mempunyai tim public safety center (PSC) yang siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apa saja tugas tim ini? Simak video berikut.
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Februari 2019 12:01 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEBAT capres kedua telah digelar dengan segala kehormatannya pada 17 Februari 2019. Riuh tepuk tangan dan sorakan terdengar di setiap kerumunan sebagai lahan hiburan politik yang sangat komunalistik. Saya sendiri menepikan dir...
Sabtu, 23 Februari 2019 12:15 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 24وَاخْفِضْلَهُمَاجَنَاحَالذُّلِّمِنَالرَّحْمَةِوَقُلْرَّبِّارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيٰنِيْصَغِيْرًاۗWaikhfidh...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...