Rabu, 21 November 2018 01:48

Warga Ngoro Jombang Pelihara Ikan Raksasa Arapaima

Jumat, 29 Juni 2018 19:58 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Rony Suhartomo
Warga Ngoro Jombang Pelihara Ikan Raksasa Arapaima
Kolektor saat memberi makan Arapaima di kolam. Foto: RONY S/BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Sejak 5 tahun yang lalu, Masudin (45), warga Dusun Ketanen, Desa Banyuarang, Ngoro, Jombang memelihara ikan Arapaima. Di kolam miliknya, kini terdapat 5 ekor ikan air tawar terbesar di dunia tersebut.

Pria yang berprofesi sebagai terapis tuna rungu ini mengaku mendapatkan ikan langka tersebut dari beberapa kolektor di Jawa Timur. Harganya mencapai puluhan juta rupiah.

Di dalam kolam seluas 5x5 meter persegi dan kedalaman 1,5 meter tersebut, ada 5 ekor ikan berukuran sebesar paha orang dewasa. Ya, inilah ikan Arapaima yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan karena muncul di Sungai Brantas wilayah Mojokerto dan Sidoarjo.

Masudin mengaku sudah memelihara ikan air tawar terbesar di dunia itu sejak tahun 2013 silam.

Setiap hari, ia memberi makan ikan-ikan raksasa itu dengan lele-lele yang diambil di timur rumahnya, dibantu pegawainya. Dengan lahap, ikan Arapaima penghuni kolam Masudin memangsa lele-lele tersebut.

Masudin mengatakan dalam sehari, ia menghabiskan 10 kg ikan lele untuk memberi makan ikan Arapaima miliknya. Masing-masing ikan Arapaima bisa menghabiskan 2-3 kg ikan lele.

"Awalnya 9 ekor, sekarang tinggal 5 ekor, yang lainnya sudah mati karena memakan plastik yang dibuang oleh pengunjung (keluarga pasien tuna rungu, red)," kata Masudin, Jumat (29/6/2018).

Masudin mengungkapkan, ada 2 jenis ikan Arapaima di kolam milik Masudin. Dari 5 ekor yang dipelihara, 3 di antaranya jenis Panda. Jenis Arapaima yang satu ini mempunyai warna sisik yang lebih cerah, yaitu kehijau-hijauan.

Pada tahun yang sama, lanjut Masudin, ia juga membeli 4 ekor ikan Arapaima Gigas dari kolektor lainnya di Sidoarjo. Saat itu kebetulan rumah dan kolam si kolektor kenalannya itu akan disita oleh bank sehingga dia mendapatkan ikan tersebut dengan harga cukup murah.

"Empat ekor saya beli dengan harga Rp 6 juta karena saat itu pemiliknya sedang butuh uang," ujarnya.

Sementara 3 ekor Arapaima lainnya dibeli Masudin dari kolektor di Kediri. Lain dengan 6 ikan lainnya, jenis Arapaima yang dibeli di Kediri ini berjenis Panda yang warna siripnya lebih jelas, yaitu kehijau-hijauan.

"Dulu belinya masih kecil, panjangnya masih sekitar 70 cm. Harganya ada yang Rp 6 juta, Rp 23 juta, 30 juta per ekor," terangnya.

Total Masudin memelihara 9 ekor ikan Arapaima di kolam seluas 5x5 meter dan sedalam 1,5 meter di samping rumahnya. Sayang sejak tahun 2016, ikan koleksinya itu tinggal 5 ekor sebab 4 ekor lainnya mati akibat memakan plastik yang dibuang oleh keluarga pasiennya.

"Sekarang ini kalau dijual lihat jenisnya. Jenis Arapaima Gigas yang warna hitam murah. Kalau jenis Panda menurut kolektor dengan panjang 2 meter bisa laku Rp 250 juta per ekor. Kalau panjangnya 70 cm sekarang bisa laku sekitar Rp 60 juta per ekor," tandasnya. (ony/ian)

Rabu, 14 November 2018 00:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SUASANA khusuk menyelimuti Jumat malam 9 November 2018 di lorong-lorong kampung, di ruas-ruas musholla, di beranda-beranda langgar, di ruang-ruang masjid, surau ataupun gardu desa. Rakyat membaca doa dengan selingan renungan tent...
Senin, 19 November 2018 11:17 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Waja’alnaa allayla waalnnahaara aayatayni famahawnaa aayata allayli waja’alnaa aayata alnnahaari mubshiratan litabtaghuu fadhlan min rabbikum walita’lamuu ‘adada alssiniina waalhisaaba...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Selasa, 06 November 2018 22:28 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Dua tahun terakhir Kabupaten Madiun mendapatkan penghargaan Anugerah Wisata Tingkat Provinsi Jawa Timur. Pertama anugerah wisata buatan terbaik provinsi diraih Taman Wisata Madiun Umbul Square tahun 2017, menyusul kemudian ...