Selasa, 16 Oktober 2018 22:26

Panwaslu Blitar Keder Dihadang Kader dan Simpatisan PDIP, Batal Copot Baliho Bergambar Puti

Selasa, 12 Juni 2018 14:30 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Panwaslu Blitar Keder Dihadang Kader dan Simpatisan PDIP, Batal Copot Baliho Bergambar Puti
Baliho bergambar Bung Karno dan Putri yang terindikasi pelanggaran.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Pemasangan baliho peringatan Bulan Bung Karno yang terpajang di Jalan Ahmad Yani Kota Blitar terindikasi pelanggaran oleh Panwaslu Kota Blitar. Dalam baliho tersebut terdapat gambar salah satu calon wakil Gubernur Jatim Puti Guntur Soekarno. Untuk itu Panwaslu setempat bersama dengan Satpol PP dan polisi berencana mencopot baliho tersebut.

Namun upaya petugas yang juga sudah mengerahkan alat dan mobil untuk melepas bando itu gagal. Sebab, upaya Panwaslu mencopot baliho itu mendapat perlawan dari kader PDIP Kota Blitar.

Para kader PDIP Kota Blitar dan simpatisan sudah berkumpul di lokasi sebelum Panwaslu datang. Mereka menghadang petugas Panwaslu yang hendak melepas bando untuk memperingati Bulan Bung Karno.

Sempat terjadi perang mulut antara petugas Panwaslu dan simpatisan. Kader dan simpatisan PDIP tetap ngotot melarang Panwaslu melepas bando tersebut.

"Memang ada indikasi pelanggaran karena pada bando itu ada gambar cawagub Jatim yang tak lain adalah cucu Bung Karno," jelas Ketua PDIP Kota Blitar, Mochlis Wibowo, Selasa (12/6/2018).

Setelah sempat terjadi ketegangan, Panwaslu dan kader PDIP melakukan dialog. Dalam dialog itu disepakati, Panwaslu membatalkan rencana pencopotan baliho. Namun Panwaslu tetap akan melakukan negosiasi dengan tim sukses pasangan calon.

Sebelumnya Panwaslu mengira baliho itu dipasang oleh tim sukses pasangan calon. Sebelum melakukan penertiban, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan KPU dan Tim Sukses.

"Kami akan negosiasi dengan Timses Paslon. Karena sebenarnya urusan kami dengan Timses. Tapi setelah dikonfirmasi ternyata bando ini dipasang oleh fraksi (PDIP Kota Blitar). Jadi nanti kita negosiasi lagi," tegasnya.

Sementara Wakil Ketua Bidang Perekonomian dan Pemberdayaan Masyarakat DPC PDIP Kota Blitar, Dedik Hendarwanto mengatakan tidak ada tendensi kampanye dalam pemasangan bando itu. Menurutnya, baliho itu dipasang oleh PDIP untuk memperingati Bulan Bung Karno. Soal adanya gambar cawagub Jatim Puti Guntur Soekarno pada baliho, Dedik mengatakan bahwa hal tersebut merupakan keputusan kader PDIP Kota Blitar. Gambar cucu Bung Karno itu sebagai presentasi Bung Karno.

"Dalam bando itu jelas memang ada foto Mbak Puti, namun tidak ada nomor urut, tidak ada ajakan memilih serta bentuk kampanye lainnya. Dan kami bukan tim sukses, kami dari fraksi PDIP. Pemasangan bando juga gagasan fraksi," papar Dedik yang juga anggota DPRD Kota Blitar itu. (ina/rev)

Suparto Wijoyo
Kamis, 11 Oktober 2018 13:39 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DUKA menggumpalkan kisah sekaligus narasi cerita yang bersambung membalutkan tragedi lingkungan dan kemanusiaan yang tiada terperikan. Beribu-ribu orang yang menjadi korban gempa di Palu maupun Donggala menyayatkan perihnya l...
Selasa, 11 September 2018 13:55 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Cukup jelas pesan ayat studi ini, bahwa Allah SWT pasti menyayangi hamba-Nya yang mau be...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...