Rabu, 22 Agustus 2018 12:07

Panwaslu Blitar Keder Dihadang Kader dan Simpatisan PDIP, Batal Copot Baliho Bergambar Puti

Selasa, 12 Juni 2018 14:30 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Panwaslu Blitar Keder Dihadang Kader dan Simpatisan PDIP, Batal Copot Baliho Bergambar Puti
Baliho bergambar Bung Karno dan Putri yang terindikasi pelanggaran.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Pemasangan baliho peringatan Bulan Bung Karno yang terpajang di Jalan Ahmad Yani Kota Blitar terindikasi pelanggaran oleh Panwaslu Kota Blitar. Dalam baliho tersebut terdapat gambar salah satu calon wakil Gubernur Jatim Puti Guntur Soekarno. Untuk itu Panwaslu setempat bersama dengan Satpol PP dan polisi berencana mencopot baliho tersebut.

Namun upaya petugas yang juga sudah mengerahkan alat dan mobil untuk melepas bando itu gagal. Sebab, upaya Panwaslu mencopot baliho itu mendapat perlawan dari kader PDIP Kota Blitar.

Para kader PDIP Kota Blitar dan simpatisan sudah berkumpul di lokasi sebelum Panwaslu datang. Mereka menghadang petugas Panwaslu yang hendak melepas bando untuk memperingati Bulan Bung Karno.

Sempat terjadi perang mulut antara petugas Panwaslu dan simpatisan. Kader dan simpatisan PDIP tetap ngotot melarang Panwaslu melepas bando tersebut.

"Memang ada indikasi pelanggaran karena pada bando itu ada gambar cawagub Jatim yang tak lain adalah cucu Bung Karno," jelas Ketua PDIP Kota Blitar, Mochlis Wibowo, Selasa (12/6/2018).

Setelah sempat terjadi ketegangan, Panwaslu dan kader PDIP melakukan dialog. Dalam dialog itu disepakati, Panwaslu membatalkan rencana pencopotan baliho. Namun Panwaslu tetap akan melakukan negosiasi dengan tim sukses pasangan calon.

Sebelumnya Panwaslu mengira baliho itu dipasang oleh tim sukses pasangan calon. Sebelum melakukan penertiban, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan KPU dan Tim Sukses.

"Kami akan negosiasi dengan Timses Paslon. Karena sebenarnya urusan kami dengan Timses. Tapi setelah dikonfirmasi ternyata bando ini dipasang oleh fraksi (PDIP Kota Blitar). Jadi nanti kita negosiasi lagi," tegasnya.

Sementara Wakil Ketua Bidang Perekonomian dan Pemberdayaan Masyarakat DPC PDIP Kota Blitar, Dedik Hendarwanto mengatakan tidak ada tendensi kampanye dalam pemasangan bando itu. Menurutnya, baliho itu dipasang oleh PDIP untuk memperingati Bulan Bung Karno. Soal adanya gambar cawagub Jatim Puti Guntur Soekarno pada baliho, Dedik mengatakan bahwa hal tersebut merupakan keputusan kader PDIP Kota Blitar. Gambar cucu Bung Karno itu sebagai presentasi Bung Karno.

"Dalam bando itu jelas memang ada foto Mbak Puti, namun tidak ada nomor urut, tidak ada ajakan memilih serta bentuk kampanye lainnya. Dan kami bukan tim sukses, kami dari fraksi PDIP. Pemasangan bando juga gagasan fraksi," papar Dedik yang juga anggota DPRD Kota Blitar itu. (ina/rev)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...