Rabu, 17 Oktober 2018 04:45

Laksana Keteladanan Brigjenpol Umar Septono, Pensiunan Polri di Pacitan ini Rela Jadi Marbot Masjid

Selasa, 12 Juni 2018 13:44 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Laksana Keteladanan Brigjenpol Umar Septono, Pensiunan Polri di Pacitan ini Rela Jadi Marbot Masjid
Suyono saat menjalani rutinitas sebagai marbot masjid. foto: ist

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Masa purna tugas bagi seorang ASN maupun anggota TNI-Polri terkadang membuat mereka loyo tak punya semangat bekerja. Kondisi seperti itu utamanya dipengaruhi kemampuan organ tubuh yang sudah banyak menurun. Apalagi fisik dan daya pikir.

Namun berbeda dengan purnawirawan anggota Polri berpangkat brigadir di Pacitan ini. Justru di masa pensiun seakan menemukan kebangkitan kedua dalam hidupnya. Dia adalah Suyono.

Memasuki masa pensiun sebagai anggota polisi dua tahun lalu, ia seakan mendapatkan hidayah menjadi seorang marbot masjid.

Tiap hari sejak memasuki awal Ramadhan lalu, pria 65 tahun ini banyak menghabiskan waktu untuk ngurusi Masjid Nurul Iman yang kebetulan berlokasi di dekat rumahnya di lingkungan Ngampel, Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Pacitan. Mulai menyirami halaman masjid, sampai mengepel lantai ia jalani saban hari tanpa menaruh rasa gengsi ataupun malu lantaran menyandang predikat sebagai seorang pensiunan Polri.

"Saya ikhlas menjalani rutinitas sebagai marbot masjid. Soal status pensiunan polisi, itu kan hanya gelar duniawi yang tak akan bisa dibawa ke akhirat nantinya," ujarnya, Selasa (12/6).

Sikap keikhlasan pensiunan polisi ini mengingatkan masyarakat akan keteladanan yang ditunjukkan Brigjenpol Umar Septono, mantan Kapolda Sumsel yang dikenal sangat agamis dan menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk kegiatan umat. Suyono memang bukan seorang jenderal polisi. Ia hanyalah seorang bintara yang berpenghasilan pas-pasan. Namun jiwa sosialnya tak ubahnya seperti yang ditunjukan seorang jenderal polisi bintang dua Umar Septono.

Sehingga bukan hal yang aneh bila belakangan ini banyak media cetak maupun elektronik yang mempublikasikan kegiatan sehari-hari yang dilakoni Suyono tersebut. Apalagi publik masih memandang Suyono sebagai mantan anggota polisi dengan uang pensiun yang terbilang cukup.

"Profesi yang saya jalani ini bukanlah sebagai pencitraan atau meniru yang lain. Sebab saya tidak punya pamrih atau kepentingan apapun. Pekerjaan ini saya jalani semata-mata hanya karena ibadah," ceritanya pada pewarta.

Sebelum menjalani profesi barunya sebagai seorang marbot masjid, Suyono memang sudah dikenal "ringan tangan". Setiap ada warga yang kesusahan ia selalu tampil paling depan untuk memberikan bantuan. Tidak hanya bantuan tenaga, namun materi pun banyak yang disumbangkan untuk keperluan kemasyarakatan. Sehingga tak salah bila takmir masjid melalui musyawarah mufakat, menetapkan pria asal Kecamatan Pringkuku ini sebagai seorang marbot.

Selain itu, pria bertubuh subur ini juga dikenal pintar mengaji dan sering mengajari anak-anak yang saban sore datang ke masjid.

"Awalnya memang akan diberikan honor bulanan, namun saya menolak menerimanya. Lebih baik saya dipecat jadi marbot masjid kalau sampai dibayar. Saya ikhlas semata-mata karena ibadah dan berharap Rahmad Allah SWT," tandasnya. (yun/rev)

Suparto Wijoyo
Kamis, 11 Oktober 2018 13:39 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DUKA menggumpalkan kisah sekaligus narasi cerita yang bersambung membalutkan tragedi lingkungan dan kemanusiaan yang tiada terperikan. Beribu-ribu orang yang menjadi korban gempa di Palu maupun Donggala menyayatkan perihnya l...
Selasa, 11 September 2018 13:55 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Cukup jelas pesan ayat studi ini, bahwa Allah SWT pasti menyayangi hamba-Nya yang mau be...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...