Kamis, 24 Januari 2019 08:14

Mengenal Agus Sulton, Kolektor Kitab Kuno Asal Jombang

Jumat, 08 Juni 2018 10:43 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Rony Suhartomo
Mengenal Agus Sulton, Kolektor Kitab Kuno Asal Jombang
Agus Sulton saat menunjukkan kitab koleksinya. foto: RONY S/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSONLINE.com - Seorang dosen di Jombang menjadi kolektor kitab-kitab kuno. Kitab-kitab yang dikumpulkannya berusia puluhan hingga ratusan tahun, bahkan ada yang sampai 300 tahun. Dia adalah Agus Sulton pria berusia 32 tahun, asal Kota Santri.

Kecintaannya terhadap sastra menggiring Agus untuk mengumpulkan kitab-kitab kuno tersebut. Agus memulai perburuannya terhadap manuskrip kuno sejak akhir tahun 2008. Selain di Jombang, lulusan Fakultas Sastra Universitas Airlangga Surabaya ini mencari kitab-kitab kuno di Kediri, Lamongan, dan Nganjuk. Utamanya dulu daerah yang menjadi lokasi pondok pesantren yang telah bubar sebelum tahun 1950.

“Saya dapatkan dari para keturunan pengasuh pesantren. Selain itu dari keturunan mantan tukang macapat. Paling banyak saya dapatkan dari Kediri,” kata Agus kepada wartawan di rumahnya Dusun Payaksantren, Desa Rejoagung, Ngoro, Jombang, Jumat (6/8).

Koleksi puluhan kitab kuno tersebut, kini dia simpan rapi di almari rumahnya. Selama hampir 10 tahun tekun mengumpulkan manuskrip kuno, kini Agus mempunyai 79 kitab kuno. “Isinya mengenai pengobatan, ajaran fiqih, tauhid, cerita-cerita babad, serat Lukoyanti, cerita-cerita nabi, syair Nabi Muhammad, termasuk hukum-hukum adat,” imbuhnya,

Pria yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Hasyim Asy’ari Jombang itu pun menjelaskan, puluhan kitab kuno miliknya tak hanya ditulis menggunakan aksara Jawa. Ada juga manuskrip yang menggunakan aksara Pegon dan Arab.

“Penyalinannya kebanyakan oleh para kiai atau anak buah Pangeran Diponegoro yang kabur ke wilayah Kediri dan sekitarnya. Saat itu sekitar tahun 1840-an,” jelasnya.

Manuskrip berisi Babad Bojonegoro koleksi Agus juga tergolong kuno. Kitab yang dibelinya seharga Rp 1 juta ini sudah menggunakan kertas telo. Kertas tersebut dibuat oleh home industry di Tulungagung menggunakan bahan dedaunan.

“Manuskrip ini memakai aksara Jawa, cuma bahasanya agak kuno. Umur naskah sekitar 100-an tahun,” terangnya.

Untuk mengumpulkan koleksinya itu, staf pengajar Fakultas Ilmu Pendidikan jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy), Jombang ini mengaku tak menghabiskan dana yang besar. Ini karena sebagian besar kitab kuno tersebut didapatkan secara cuma-cuma.

Mereka memilih menghibahkan kitab kuno kepada Agus dengan harapan agar lebih bermanfaat. Hingga saat ini, duit yang dia keluarkan untuk mendapatkan puluhan manuskrip kuno itu hanya berkisar Rp 3 juta.

“Paling mahal saya beli Rp 1 juta, itu manuskrip Babad Bojonegoro. Kitab ini menggunakan aksara Jawa, ada dua jilid dari bahan kertas Telo. Umur naskah sekitar 100-an tahun,” tutupnya. (rony suhartomo)

BERITA VIDEO: Tuntut Pilpres 2019 Ada Calon Independen, Inilah Sosok yang Diusung "Tikus Pithi"
Kamis, 03 Januari 2019 13:53 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tikus Pithi, kelompok massa yang menggelar demo di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Kamis (3/1) menuntut agar di Pilpres 2019 kali ini ada calon independen, alias nonparpol.Saifuddin, Korlap Tikus Pithi Ka...
Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Suparto Wijoyo
Rabu, 23 Januari 2019 10:48 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAMPAI saat ini masih banyak pihak yang meramaikan debat capres-cawapres 17 Januari 2019 sambil menanti hadirnya agenda serupa 17 Februari 2019. Debat itu seolah tidak lapuk oleh hujan nan tiada kering oleh panas, seterik ap...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...