Rencana Bangun Tempat Wisata di Pusat Semburan Lumpur Tuai Kritikan

Rencana Bangun Tempat Wisata di Pusat Semburan Lumpur Tuai Kritikan Djaja Laksana saat dimintai keterangan jurnalis di kawasan tanggul penahan lumpur.

Ya, selama 12 tahun semburan lumpur Lapindo memang tak kunjung tuntas. Lumpur terus menyembur dan luas kolam penahan lumpur semakin dilebarkan, serta tanggulnya terus ditinggikan.

Sebenarnya sejak tahun 2006 silam, banyak ide dan upaya menghentikan semburan lumpur tersebut. Salah satunya adalah teori Bernoulli (tekanan atas dan bawah seimbang), yang dicetuskan oleh Djaja Laksana.

Menurut pria lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini, teori Bernoulli akan menyeimbangkan tekanan atas dan bawah sehingga semburan lumpur stabil. "Dengan stabilnya tekanan, otomotis semburan akan berhenti dengan sendirinya," tandasnya.

Seperti diketahui, Kawasan Lumpur Sidoarjo bakal disulap menjadi pusat wisata. Wilayah terdampak lumpur panas bakal dijadikan geo park, kemudian di sekitar tanggul jadi ruang terbuka hijau (RTH), dan bangunan sisa terdampak di sekitarnya bakal dipakai pusat kreativitas.

"Ada beberapa rencana, di antaranya Geo Park. Yakni menjadikan kawasan itu sebagai tempat wisata penelitian lumpur," ungkap Satria Gama Rakantasetta, perwakilan tim rebranding Kota Delta saat di Sidoarjo beberapa waktu lalu.

Sementara sekitar tanggul, dalam konsepnya bakal digunakan untuk RTH. "Seperti taman besar yang nantinya bisa digunakan warga berkumpul dan menggelar kegiatan. Sekaligus sebagai paru-paru kota," lanjutnya.

Sedangkan bangunan-bangunan yang ada di sekitar tanggul, seperti SD Siring dan sejumlah rumah serta bangunan yang sudah tidak dimanfaatkan di sana, bakal dipakai untuk Lusi Creative Hub atau tempat pengembangan kreasi. (cat/ian)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'HOAX! Bukan Tanggul Lumpur Lapindo yang Jebol tapi Pipa PDAM di Jalan Raya Porong':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO