Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA memotong tumpeng sebagai tanda pembukaan dan peresmian posko pemenangan Khofifah-Emil. Potongan tumpeng itu diberikan kepada KH Ahmad Shiddiq di Pulo Wonokromo Surabaya, Senin malam (7/5/2018). Foto: bangsaonline.com
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gelombang dukungan pengurus dan warga Nahdlatul Ulama (NU) terhadap calon gubernur dan wakil gubernur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak makin tak terbendung. Bahkan Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Ahmad Shiddiq ikut turun gunung memenangkan Khofifah-Emil. Ia tak segan-segan menjadikan rumahnya di kawasan Pulo Wanokromo Surabaya sebagai posko kemenangan Khofifah-Emil.
”Khofifah itu teman saya. Saya tahu kemampuannya,” kata Kiai Ahmad Shiddiq saat memberikan sambutan dalam acara Isro’ Mi’roj dan Peresmian Posko Pemenangan Khofifah-Emil di rumahnya di kawasan Pulo Wonokromo Surabaya Senin malam (7/5/2018).
Pembukaan dan peresmian posko pemenangan Khofifah-Emil selain ditandai dengan pemotongan tumpeng juga dibuka oleh Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur yang selama ini aktif bergerak dengan biaya sendiri untuk memenangkan Khofifah-Emil ke berbagai daerah.
Sikap politik Kiai Ahmad Shiddiq ini berlawanan dngan Ketua PWNU Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alallah dan jajarannya yang selama ini mendukung Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno.
”Ya ini nanti pasti viral, apalagi ada wartawan,” katanya sembari melirik bangsaonline.com yang ikut meliput acara tersebut.
Tapi ia menegaskan bahwa dirinya memilih dan mendukung Khofifah-Emil karena punya prinsip kuat terutama terkait NU. Apalagi Khofifah selama ini dikenal sebagai ketua umum PP Muslimat NU yang track recordnya sudah jelas dan amanah.
”Dulu saat pilpres saya juga mendukung Jokowi. Pengurus PWNU dan kiai-kiai lain semua dukung Prabowo,” kata alumnus Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan ini. Ia mendukung Jokowi juga dengan alasan yang kuat karena faktor kemaslahatan NU.
”Saya kan sudah melihat latar belakang sejarahnya termasuk keluarganya siapa Prabowo,” katanya. Menurut dia, di belakang Prabowo banyak sekali partai dan tokoh-tokoh yang dulu terlibat penjatuhan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari kursi presiden. Karena itu, tegas dia, kalau Prabowo menang pasti kurang menguntungkan bagi NU. Karena itu ia tak ada keraguan sedikitpun mendukung Jokowi, meski saat itu Kiai Mutawakkil sebagai Ketua Tanfidziyah dan KH Miftahul Akhyar sebagai Rais Syuriah PWNU Jatim mendukung Prabowo. Bahkan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj, kata dia, juga mendukung Prabowo.
Kini ia kembali berlawanan sikap politik dengan pengurus PWNU yang lain. Tapi ia yakin bahwa pilihan politik ini benar, baik dalam pandangan NU maupun politik. Apalagi hasil survey 4 lembaga survey Khofifah-Emil menang. ”Malah 45,5 persen warga NU memilih Khofifah-Emil,” kata Kiai Ahmad Shiddiq kepada bangsaonline.com usai memberi sambutan. Hanya 39 persen yang memilih Gus Ipul-Puti. Karena itu ia ikhlas rumahnya dijadikan posko kemenangan Khofifah-Emil.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




