Rabu, 03 Juni 2020 22:31

Wabup Mojokerto Hadiri Peringatan Isra Miraj 1439 H/2018

Kamis, 12 April 2018 22:48 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Eko Purnomo
Wabup Mojokerto Hadiri Peringatan Isra Miraj 1439 H/2018
Wabup Pungkasiadi dalam sambutannya.

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Salat wajib lima waktu merupakan senjata yang mampu menjaga diri dari perbuatan tercela. Maka hendaknya menjaga kewajiban tersebut dengan terus ‘mengasahnya’. 

“Shalat wajib 5 waktu ibarat senjata bagi diri kita. Dari subuh hingga bekerja, siang bertemu Dzhuhur, Ashar dipertemukan lagi dengan salat, hingga waktu Maghrib dan Isya. Semestinya hal tersebut membuat kita bahkan tidak sempat untuk melakukan perbuatan tercela," jelas Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, dalam Peringatan Isra Mi’raj 1439 Hijriyah Tahun 2018, di Pendopo Graha Majatama, Kamis (12/4).

Pungkasiadi menambahkan, Isra Mi’raj sendiri merupakan dua bagian dari perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.

"Peristiwa Isra Mi’raj terbagi dalam dua peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad SAW “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Makkah hingga Masjidil Aqsa di Palestina. Lalu dalam Mi’raj yakni Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit, sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu," ucapnya didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Herry Soewito.

Bagi umat Islam, lanjutnya, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah salat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini.

Siraman rohani oleh K.H. Mughni Wahab juga diberikan dalam Peringatan Isra Miraj 1439 H tahun 2018 kali ini. Dalam ceramahnya, K.H. Mughni Wahab menyampaikan 3 hal penting yang harus ada dalam diri tiap manusia yakni iman, ilmu dan amal. Ketiganya wajib berjalan dengan seimbang dan serasi.

"Iman dan Ilmu memang merupakan dua hal yang saling berkaitan dan mutlak adanya. Dengan ilmu keimanan kita akan lebih mantap. Sebaliknya dengan iman orang yang berilmu dapat terkontrol dari sifat sombong dan menggunakan ilmunya untuk kepentingan pribadi bahkan untuk membuat kerusakan," urainya. (yep/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Selasa, 02 Juni 2020 23:45 WIB
Oleh: M. Cholil NafisItulah kemudahan ajaran Islam. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, (yassiru wa la tu’assiru). Demikian prinsip ajaran Islam yang beradaptasi dengan kondisi dan zaman. Begitu juga soal pelaksanaan ibadah haji yang meny...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 03 Juni 2020 11:08 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <...