Korban usai dievakuasi yang sudah tidak bernyawa.
TUBAN, BANGSAONLINE.com – Waspada, itulah kata-kata yang pas ketika hendak melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan arus listrik. Supaya, kejadian tewasnya seorang pelajar di Semanding tidak kembali terulang.
Adalah Eri Pralingga (19) seorang pelajar dari Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, yang tewas tersengat arus listrik saat ayahnya sedang memperbaiki antena parabola di rumahnya. Korban tidak sengaja memegang kabel yang dialiri tegangan listrik, hingga membuat nyawanya melayang.
BACA JUGA:
- Kabel Fiber Optik Semrawut di Tuban, Dewan Dorong Perda Utilitas
- Siap Luaskan Pasar Global, SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban
- MA Islamiyah Senori Tuban Wisuda 167 Siswa Prodistik Hasil Kerja Sama dengan ITS
- Polres Tuban Tangani Dugaan Pencurian Patung Dewa di Kelenteng Kwan Sing Bio
Menurut Kapolsek Semanding AKP Desis Susilo, kejadian tersebut bermula saat Agus Supriyanto (ayah korban – red) sedang memperbaiki antena televisi parabola di rumahnya. Saat itu kabel yang dialiri arus listrik untuk memperlancar perbaikan antena jatuh ke tanah.
“Mendengar hal itu tiba-tiba korban yang sedang memasak air didapur langsung menuju ke ruang tamu, dan memegang kabel itu,” ujar AKP Desis Susilo kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (6/4).
Sebenarnya Agus sudah memperingati korban untuk tidak memegang kabel tersebut dengan berteriak keras. Namun korban sudah terlanjur memegangnya sehingga tersengat arus listrik. Melihat anaknya kesetrum Agus langsung turun dan kemudian mencabut aliran listrik, namun nyawa korban sudah tidak bisa tertolong.
Mendengar kejadian tersebut, petugas dari Polsek Semanding dibantu dari tim medis Puskesmas setempat langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan pada tubuh korban. Dari hasil memeriksaan tim medis tidak diketemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Tidak ada tanda penganiayaan di tubuh korban, di TKP ditemukan kabel sepanjang sekitar 2 meter, kaos warna abu-abu dan celana pendek yang dikenakan korban,” pungkasnya. (gun/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






