Peternakan ayam di Rembang Pasuruan.
"Larangan penggunaan Antibiotik Growt Promotor itu ada keuntungan, pasalnya residu dari antibiotik yang ada di tubuh ayam, bila dikonsumsi, bisa menyebabkan resisten di tubuh manusia," jelasnya.
Panti menjelaskan, langkah yang yang harus dilakukan oleh para peternak ayam agar usaha ternak mereka tidak mengalami kegagalan produksi yaitu melalui pertahanan lewat vaksin.
"Pemberian vitamin harus teratur, Pemberian obat herbal, dan menjaga kebersihan lingkungan ditingkatkan. Kita sudah melakukan sosialisasi kepada peternak dampak yang timbulkan dari AGP tersebut bagi kesehatan “jelasnya
Keterangan yang sama disampaikan Kasie Bidang Pakan Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan, Taufiq Hidayat. Ia menjelaskan, sejak akhir 2017 dari hasil monitoring ke beberapa perusahaan pakan ternak di Kabupaten Pasuruan dipastikan mereka tidak memakai AGP dalam produksi pakannya.
Ia menambahkan,ada tiga perusahaan pakan ternak yang berdomisili di Kabupaten Pasuruan. Yakni diantaranaya, PT. Cargil, PT. Wonokoyo Jaya Corp, dan PT. Panca sudah di sarankan untuk tidak lagi memproduksi pakan ternak dengan menambahkan AGP ,langkah untuk di lakukan semata mata menjaga kemanan pangan hewani ( ayam potong) bebas dari penyakit.
Perlu diketahui, selama bertahun-tahun perusahaan pakan memcampurkan APG (antibiotik growt promotor) yang fungsinya adalah untuk pencegahan penyakit pada ayam. Tapi dalam aturan Permentan terbaru tersebut kini para perusahaan pakan saat memproduksi harus bebas dari APG dengan dalih jika dikonsumsi akan berdampak pada kesehatan manusia. (bib/par/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




