Pelaku siapit petugas berikut barang bukti berupa biji plastik.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Sindikat pencurian biji plastik sebanyak 2 ton di gudang pabrik pengolahan biji plastik PT Mitra Mulia Makmur (MMM) di Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Sidoarjo terbongkar.
Robert Reinhart Tasik (53), pengusaha asal Manado yang tinggal di Perumahan Griyo Mapan Utara, Tropodo, Waru, Sidoarjo diringkus petugas Polsek Buduran setelah beberapa bulan sembunyi ke luar pulau.
BACA JUGA:
- Kasus Perusakan Makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo Masuk Tahap Penyidikan, SPDP Dikirim ke Kejari Sidoarjo
- Rumah Bertuliskan 'Dijual' Jadi Markas Gas Oplosan, Sindikat di Sidoarjo Raup Puluhan Juta
- Kasus Rusunawa Tambak Sawah Sidoarjo: Vonis 4 Eks Kadis Naik Banding, Kuasa Hukum Siapkan Kasasi
- Viral Perusakan Makam Keramat di Pasar Taman Sidoarjo, Pelaku Diamankan Polisi
"Setelah beberapa bulan menghilang, tersangka yang sudah menjadi incaran petugas ini akhirnya pulang ke rumah. Dan diapun langsung ditangkap oleh petugas Reskrim di rumahnya," kata Kapolsek Buduran Kompol Hery Mulyanto, Kamis (15/3).
Dari penyidikan yang dilakukan polisi, diketahui Robert Reinhart inilah yang membeli 2 ton biji plastik hasil pembobolan pabrik pengolahan biji plastik di Sidoarjo.
Robert mengaku dua ton biji plastik itu dibeli seharga Rp 30 juta dan dijual lagi Rp 31 juta. "Keterangannya demikian, tapi petugas masih mendalaminya. Sebab biji plastik sebanyak itu harga normalnya bisa sampai Rp 60 juta per ton," sambung Kapolsek.
Ditemui di Polsek Buduran, Robert irit bicara. Dia hanya mengaku menjual lagi barang itu ke pihak lain, tanpa menyebut identitas atau nama perusahaannya. "Sudah saya jual semua," jawab pengusaha ini singkat.
Robert membeli 80 sak biji plastik yang setiap saknya berisi 25 kilogram. Dia mengaku mendapat barang tersebut dari Abdul Kodim dengan harga Rp 15.000 per sak atau totalnya Rp 30 juta.






