Senin, 19 Agustus 2019 07:18

Tragis, ​Seorang Nenek Tewas Usai Digelonggong Air oleh Anak dan Kerabatnya

Rabu, 07 Maret 2018 22:31 WIB
Wartawan: Herman Subagyo
Tragis, ​Seorang Nenek Tewas Usai Digelonggong Air oleh Anak dan Kerabatnya
Para pelaku yang merupakan para kerabat dan salah satunya adalah anak korban.

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Sungguh tragis apa yang sudah dialami Tuminem. Wanita 51 tahun asal Dusun Jeruk Gulung, Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek itu tewas di tangan anak dan kerabatnya sendiri setelah digelonggong air selama kurang lebih setengah jam. 

Tuminem diduga menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan oleh kerabatnya sendiri yang sebelumnya menjalani ritual hingga kemudian mengalami kesurupan massal.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S melalui Kastreskrim AKP Sumi Andana membenarkan peristiwa tersebut. Untuk saat ini, semua terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Trenggalek. “Kasusnya masih dalam proses penyelidikan petugas,” terangnya, Senin (5/3) lalu.

Untuk memastikan penyebab keamatian korban, petugas mengambil langkah dengan melakukan autopsi tehadap jenazah. Berdasarkan hasil autopsi dari dokter ahli forensik Bhayangkara Kediri, korban tewas secara tidak wajar dan diduga sebelumnya telah mengalami penganiayaan.

“Dari hasil autopsi, pada tubuh korban telah ditemukan tanda-tanda kekerasan dan aliran udara tertutup oleh air, kekerasan pada mulut serta rongga dada dan paru-paru penuh dengan cairan. Diduga korban ini telah digelonggong air, kemudian lemas dan meninggal dunia,” terangnya.

Lebih lanjut kata Sumi, petugas saat ini telah melakukan serangkaian penyidikan dan pemeriksaan terhadap tujuh orang yang kesurupan dan melakukan penganiayaan terhadap korban. Mereka adalah Rini Astutik, Jayadibudi, Jemintun, Suyono, Katenun, Apriliani dan Adrisprasetyo. 

"Salah satu dari ke tujuh pelaku tersebut merupakan anak kandung korban, sedangkan yang lainnya masih keluarga dekat korban," tandasnya. (man/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...