Bangun Masjid Baru, Kapolda: Saya Prihatin Lihat Anggota Tak Kebagian Tempat

Bangun Masjid Baru, Kapolda: Saya Prihatin Lihat Anggota Tak Kebagian Tempat Dari kiri-Rais Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Mansyur, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Gubernur Jatim Soekarwo, Ketua PBNU Prof KH Said Aqil Siradj, KH Sholeh Qosim, Kapolri Jenderal Pol HM Tito Karnavian serta KH Agus Ali Masyhuri (Gus Ali).

"Jamaah harus menggelar terpal di aspal diluar masjid karena masjid tak muat. Oleh karena itu kami berinisiatif membangun masjid agar kekhusyukan sholat terjaga," tandas Machfud.

Kapolda juga mempunyai alasan sendiri soal pemberian nama Arif Nurul Huda untuk masjid barunya tersebut.

"Masjid ini namanya Arif Nurul Huda, masjid lama bernama Nurul Huda. Yang artinya sebagai sarana peribadatan dan siapa yang menjalankan ibadah didalamnya akan menjadi manusia bijaksana menuju terangnya ridha Allah," harapnya.

Sepakat dengan yang disampaikan Kapolda, Gubernur Jawa Timur juga berharap banyak terhadap masjid yang berwarna kuning gading itu.

"Di Jawa Timur 96 persen penduduknya Islam, disini Kapolda buat masjid besar di pinggir jalan raya, orang ngebut pasti noleh kesini, itu mengingatkan kita bersama. Dengan kondisi Jawa Timur yang aman dan nyaman, masjid ini akan menjadi syiar untuk rahmatan lil alamin," pungkasnya.

Untuk diketahu, masjid Arif Nurul Huda dibangun diatas lahan seluas 2000 meter persegi dan terdiri dari dua lantai yang dibawahnya berfungsi sebagai area parkir jamaah.

Diperkirakan akan mampu menampung sekitar 1500 jamaah, memiliki dua menara besar dan kolam luas disebelah timurnya serta dilengkapi berbagai fasilitas untuk kaum disabilitas dengan waktu pelaksanaan pembangunan masjid selama 10 bulan.

Masjid tersebut merupakan salah satu agenda dari sejumlah pembangunan yang ada di Polda Jawa Timur dibawah kepemimpinan Irjen Pol Drs Machfud Arifin, meliputi pembangunan gedung berlantai enam serta rumah sakit Bhayangkara.

Hadir dalam peresmian, diantaranya utusan khusus Presiden untuk dialog antar umat beragama dan peradaban Prof KH Din Syamsudin, Ketua PBNU Prof KH Said Aqil Siradj, Rais Syuriah PWNU atim KH Anwar Mansyur, KH Agus Ali  Masyhuri (Gus Ali) serta KH Sholeh Qosim.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI komisi 3 daerah pemilihan Jawa Timur, deputi pelayanan publik KemenPANRB Dian Natalisa, Pejabat utama Mabes Polri, Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo, Pangdam V Brawijaya Arif Rahman, Forkopimda, KPU Jatim, Bawaslu, Walikota Tri Rismaharini, Danrem, Dandim dan Kapolres se Jawa Timur juga hadir. (ana/ian) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Akhirnya, Putra Kiai Jombang Tersangka Pencabulan Santriwati Serahkan Diri ke Polda Jatim':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO