Jumat, 17 Juli 2020 00:15

Muncul Kekerasan di Lingkungan Sekolah, Komisi C DPRD Kota Kediri Panggil Seluruh Kepsek

Kamis, 01 Februari 2018 20:48 WIB
Wartawan: Arif Kurniawan
Muncul Kekerasan di Lingkungan Sekolah, Komisi C DPRD Kota Kediri Panggil Seluruh Kepsek
Suasana rapat dengar pendapat antara Komisi C dengan beberapa kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Kediri.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Banyaknya aksi kekerasan di lingkungan sekolah, baik tingkat SD maupun SMP di kota Kediri, menjadikan DPRD setempat memanggil seluruh kepala sekolah, Kamis (1/2).

Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Reza Darmawan mengatakan menilai banyaknya kekerasan tersebut dikarenakan kurangnya komunikasi antar sekolahan dengan pihak LPA serta lembaga lainya. "Ke depan kita akan kumpulkan lagi antara Satgas PPA yang ada di kelurahan Kota Kediri agar bisa lebih cepat mengambil langkah jika ada permasalahan," ungkap Reza.

"Kesimpulannya dalam rapat pertama ini adalah perlu adanya komunikasi yang lebih intens lagi antara stakeholder dengan pihak sekolahan. Saat ini dewan masih menunggu arsip-arsip yang dipunyai oleh pihak sekolahan dan juga satgas PPA. Dan nantinya akan kita bikin formula untuk membuat aturan yang lebih baik lagi bagi kita semua. Rapat kedua akan segera kita lakukan," kata Reza.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto mengatakan jika rapat yang dilakukan di dewan ini pihak sekolahan bisa mendapat masukan dari dewan untuk mengantisipasi kenakalan anak di sekolah.

"Kita bersama-sama mencari solusi untuk dapat mengantispasi atau mengurangi kenakalan anak di sekolah. Salah satunya tadi muncul ide meningkatkan lagi parenting-parenting," ungkap Siswanto.

Selain itu, dewan juga meminta peningkatan tata tertib di sekolahan. "Namun penanggulangan tidak hanya disekolah saja, akan tetapi juga di rumah. Kalau di sekolah memang murni tanggung jawab sekolah, tapi bila anak dirumah, orang tua perlu ikut memperhatikan si anak," kata Siswanto.

Siswanto juga meminta lembaga lainnya tegas dalam mengatasi anak-anak bilamana melakukan kesalahan. "Jangan hanya sekolahan saja yang mengatasi kenakalan anak ini. Mari kita sama sama ikut tanggung jawab pada anak," pungkas Siswanto.

Sementara itu, anggota lembaga perlindungan anak (LPA) Kota Kediri Ulul Hadi berharap segera ada petunjuk teknis terkait beberapa perda yang sudah ada. Seperti Perda Kota layak anak maupun Perda PPA. “Kita itu sudah banyak Perda tentang perlindungan perempuan dan anak. Akan tetapi, petunjuk teknis yang tertuang dalam perwali belum ada. Makanya sulit untuk bertindak,” ujarnya. (rif/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Rabu, 15 Juli 2020 12:17 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...