Khofifah mendapat dukungan dari kaum disabilitas.
"Calonnya hanya ada dua, Bu khofifah dan Gus Ipul. Meski sama-sama kader NU tapi harus dilihat mana yang lebih besar memberikan manfat bagi perjuangan kita, dan yang lebih memberi manfaat itu Bu Khofifah," jelasnya.
Lanjut Gus Hasib, meski Khofifah bukan keturunan kiai dan ulama besar, tapi ketua umum PP Muslimat NU itu memiliki akhlak mulia. "Sangat berakhlak ke kiai, tidak sombong dan memiliki jiwa sosial yang tinggi," katanya.
Maka, lanjut Gus Hasib, untuk menebus dua kali kegagalan di Pilgub Jatim sebelumnya, ia meminta alumni Tambakberas dan warga Jatim lainnya agar bahu membahu untuk memenangkan Khofifah di Pilgub Jatim 2018.
"Sebenarnya dulu itu sudah menang tapi dikalahkan dan itu rahasia umum. Maka kali ini Bu Khofifah harus menang. Jangan setengah-setengah, sudah saatnya Bu Khofifah memimpin Jawa Timur," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, secara simbolis Khofifah memberikan bantuan berupa kruk dan kursi roda untuk para penyandang disabilitas. Mantan Menteri Sosial itu bahkan turut memakaikan kruk dan menuntun penyandang disabilitas ke kursi roda.
"Kebetulan, alumni Tambakberas yang datang dari berbagai kota di Jatim ini mempunyai program dengan penyandang disabilitas. Jadi kita nyambung," katanya saat ditanya terkait bantuan tersebut.
Sementara Khofifah berharap komunikasi seperti ini terus dibangun. "Supaya tidak putus ketika membutuhkan sinergitas di antara mereka, untuk bersama-sama mendukung pemenangan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018," paparnya. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




