Sabtu, 19 Oktober 2019 12:44

Tanaman Padi di Bojonegoro Diserang Bakteri Xanthomonas

Senin, 18 Desember 2017 19:26 WIB
Wartawan: Eky Nurhadi
Tanaman Padi di Bojonegoro Diserang Bakteri Xanthomonas
Petugas PPL Disperta Bojonegoro saat mengecek padi yang terserang penyakit 'Bengesan'.

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Ratusan hektare tanaman padi di daerah bantaran sungai Bengawan Solo, Bojonegoro, Jawa Timur, terserang penyakit bengesan atau krapak, tepatnya di wilayah Kecamatan Kanor dan Baureno.

Petugas penyuluh lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kecamatan Kanor, Iskak Riyanto mengatakan bahwa penyakit bengesan disebabkan oleh bakteri Xanthomonas. Ciri-ciri penyakit bengesan adalah muncul warna kuning kecoklatan pada daun padi, kemudian setelah beberapa hari daun akan kering dan menjadi klaras.

"Awalnya dipicu oleh tanah yang pH-nya rendah (potential Hidrogen) atau asam. Sudah kita ukur pH-nya 4,6 dan idealnya adalah 6-7," jelas Iskak, Senin siang (18/12).

Dia menjelaskan, rendahnya pH itu kemudian muncul bakteri Xanthomonas. Selain itu perkembangan bakteri tersebut sangat cepat pada tanah yang kadar asamnya tinggi.

"Perkembangannya sangat cepat, dalam 24 jam saja bisa membelah diri menjadi 17 juta bakteri," paparnya.

Ia mengungkapkan dampak akibat bakteri Xanthomonas adalah menurunnya hasil pertanian hingga 35 persen, karena proses fotosintesis terganggu daun yang rusak tersebut.

"Untuk penanganan secepatnya dengan cara menyemprotkan bakterisida jenis Paenibacillus (nama agent hayati untuk mengendalikan bakteri Xanthomonas yang ramah lingkungan tanpa bahan kimia, red). Untuk yang mengandung kimia bisa menggunakan jenis Nordox, Puanmur, Nativo dan Bactocin," paparnya.

"Penyakit ini tidak bisa sembuh secara alamiah kecuali diobati. Karena penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas yang dipicu pH tanah yang rendah," tegasnya.

Pengamat pertanian lainnya, Miftahul Huda, menyarankan kepada para petani untuk memakai pupuk organic apabila pH atau keasaman tanah sudah tinggi. "Jangan pakai Urea (pupuk yang mengandung kimia, red). Kalau pakai Urea justru tanah akan bertambah tinggi tingkat keasamannya," ucapnya terpisah.

Sementara, selain tanaman padi di Kecamatan Kanor yang terkena penyakit Xanthomonas, ratusan hektare tanaman padi di Kecamatan Baureno juga terserang penyakit tersebut. Sedangkan umur tanaman padi di dua kecamatan itu saat ini bervariatif, ada yang dua bulan  maupun dua bulan setengah. Tanaman padi saat ini pada masa pembuahan. (nur/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...