Senin, 23 September 2019 10:54

Sultan HB X: ISIS Gagal Pahami Islam

Selasa, 12 Agustus 2014 14:35 WIB
Sultan HB X: ISIS Gagal Pahami Islam
Sultan Hamengku Buwono X. Foto: antaranews

JOGJAKARTA(BangsaOnline)Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X menilai paham Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) adalah kegagalan dalam memahami jalan keislaman seseorang. Hakikatnya, kata dia, Islam itu mengembalikan fitrah kemanusiaan seseorang.

"Marilah kita membangun ukhuwah insaniyah, persaudaraan semesta yang sesuai pokok ajaran Islam rahmatan lil alamin yang koheren dengan filosofi hamemayu hayuning bawana,” kata Sultan saat menghadiri halalbihalal pejabat, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha DIY di Kepatihan Yogyakarta, Senin malam, 11 Agustus 2014.

Terkait dengan hal itu, Kepala Kepolisian DIY Brigadir Jenderal Urip Subagyo menyatakan telah mengamankan dua lambang ISIS. Keduanya berupa bendera ISIS yang dikibarkan di Bantul dan sebuah gambar yang dibuat seorang bocah di Ngampilan, Kota Yogyakarta. “Dua lambang itu telah kami sita,” kata Urip.

Dia mengatakan anak kecil yang menggambar lambang ISIS itu pun ditegur. Setelah ditegur dan dijelaskan bahwa gambar tersebut merupakan lambang organisasi yang dilarang berkembang di Indonesia, dia kemudian melipat dan menyimpannya. “Status mereka bukan terperiksa. Kami baru melakukan wawancara, termasuk kepada warga sekitar,” kata Urip.

Sejauh ini, Urip menambahkan, polisi masih mendalami motivasi kedua orang itu. Lantaran belum ada pelanggaran hukum yang mendasari ketentuan hukum yang bisa menjeratnya, polisi tidak menahan mereka. “Kalau sudah ketahuan dibaiat, baru ditindaklanjuti,” ujarnya.

Apalagi, kata Urip, jika perbuatan mereka berkaitan dengan aksi terorisme kelompok yang menamakan diri ISIS. Urip menduga motivasi mereka karena terpengaruh tulisan pada bendera ISIS yang dinilai menarik dan islami. “Kalau hanya menulis laa illaha illallah enggak masalah. Tapi, kalau ada gambar lambangnya persis, itu masalah,” ucapnya.

Komandan Resor Militer 072/Pamungkas Brigadir Jenderal TNI M.S. Fadhilah menegaskan ISIS dilarang berkembang di Indonesia. “Kami minta prajurit mewaspadai kelompok ini dengan bermacam cara. Intelijen kami juga bergerak bersama Babinsa, Babinkamtibmas, kepala desa,” kata Fadhilah.

Sumber: tempo.co.id
Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Minggu, 22 September 2019 14:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag63. Qaala idzhab faman tabi’aka minhum fa-inna jahannama jazaaukum jazaa-an mawfuuraanDia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamla...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...