Rabu, 12 Desember 2018 11:09

Memperkosa Anjing, Pria ini Direhabilitasi

Selasa, 07 November 2017 12:10 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
Memperkosa Anjing, Pria ini Direhabilitasi
sang pemetik bunga! foto: mirror.co.uk

JOHANNESBURG, BANGSAONLINE.com - Fanroi Mochachi (45) dijatuhi hukuman penjara 5 tahun setelah kepergok memperkosa anjing hingga melolong kesakitan. Ia pun disidang di pengadilan Alexandra Magistrate Court, Afrika Selatan.

Tetapi, hukuman penjara ini ditangguhkan, dikarenakan Fanroi mengaku bersalah, dan bersedia menjalani rehabilitasi di Johannesburg.

“Tindakan Anda menjijikkan, kejahatan yang serius, tidak wajar, dan barbar. Saya berharap, dalam masa rehabilitasi, Anda mendatangi istri dan melakukan hubungan suami istri yang wajar,” kata hakim.

"Lebih buruk lagi, Anda sudah menikah dan menjadi panutan bagi enam anak Anda," tambah Syta Prinsloo, sang hakim.

"Bagaimana Anda menjelaskan hal ini pada istri?," tanya hakim.

Di sisi lain, hukuman yang hanya berupa rehabilitasi menjadikan kelompok penyayang binatang melontarkan serapah. “Dia masih berkeliaran di Johannesburg, sungguh membahayakan bagi istri, anak putri dan hewan piaraan Anda,” kutuk kelompok ini.

Peristiwa 'pemerkosaan' ini bermula ketika Fanroi tertangkap basah sedang memperkosa anjing milik tetangganya. Saat kejadian itu, sang anjing melolong panjang. Lolongan anjing ini mengundang iba seorang anak kecil. Begitu didatangi sumber lolongan, ternyata terlihat Fanroi sedang memperkosanya.

Fanroi sendiri mengaku, sebelum peristiwa itu, dia menangkap dua anjing. Satu jantan dan satu betina. Agaknya, si jantan ingin menyetubuhi anjing betina. Oleh Fanroi, diusirnya anjing jantan itu, dan gantian dialah yang memperkosa si anjing betina.

Ini menyebabkan anjing betina bernama Blackie ini melolong kesakitan. Blackie akhirnya mendapatkan perawatan serius karena peristiwa perkosaan ini.

Jaco Pieterse, seorang inspektur senior di Sandton Society for the Prevention of Cruelty to Animals (SPCA) mengaku sangat prihatin dengan hukuman ini.

Keluarga pemilik Blackie dan penghuni lainnya, meminta kepada hakim agar mengusir Fanroi dari lingkungan mereka.

Direktur WMACA (Wanita dan Pria Melawan Pelecehan terhadap Anak) Miranda Jordan mengatakan kepada The South African: "Predator seksual, terlepas dari jenis kejahatannya, harus dipantau serius. Ini adalah fakta bahwa kebinatangan adalah batu loncatan untuk kejahatan seks lainnya di mana korban bisa menjadi makhluk rentan lainnya, seperti anak-anak atau perempuan muda."

Blackie, yang masih trauma.

Sumber: mirror.co.uk
Jumat, 07 Desember 2018 13:40 WIB
Oleh: Muchammad Toha*Terlalu pagi saya mendarat di Bandara Hang Nadim, karena untuk sampai di Batam tanpa transit di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng Jakarta dapatnya pesawat pagi. Maka, cukup alasan hotel untuk tidak memberikan kamar pada saya. Bah...
Senin, 03 Desember 2018 14:30 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  Waja’alnaa allayla waalnnahaara aayatayni famahawnaa aayata allayli waja’alnaa aayata alnnahaari mubshiratan litabtaghuu fadhlan min rabbikum walita’lamuu ‘adada alssiniina waalhisaaba wak...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...