Rabu, 28 Oktober 2020 23:48

DPRD Trenggalek tak Setuju Program Pertanian Terpadu Ditempatkan di Jalan Soekarno-Hatta

Jumat, 03 November 2017 19:23 WIB
Wartawan: Herman Subagyo
DPRD Trenggalek tak Setuju Program Pertanian Terpadu Ditempatkan di Jalan Soekarno-Hatta

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Penempatan program pertanian terpadu yang direncanakan di kawasan lahan pertanian sekitar jalan Soekarno-Hatta Trenggalek tidak disetujui oleh Komisi III DPRD Trenggalek. Hal ini disampaikan Nur Effendi, salah satu anggota Komisi III.

Menurutnya, kawasan jalan Soekarno-Hatta lebih tepat digunakan untuk pusat perekonomian dan pusat bisnis daripada kawasan pertanian.

"Saya tidak setuju bila program pertanian terpadu di tempatkan di kawasan jalan Soekarno - Hatta, karena kawasan tersebut lebih tepat digunakan untuk pusat perkantoran, pusat perekonomian dan pusat bisnis," katanya ketika di konfirmasi di ruang fraksi PAS gedung DPRD Trenggalek, Jumat (3/11).

Menurut Nur Effendi, bila kawasan persawahan jalan Soekarno-Hatta dijadikan pusat perekonomian dan perkantoran tentu akan memiliki dampak positif. Salah satunya bisa selaras dengan RPJMD Bupati, salah satunya program penyediaan lapangan pekerjaan.

Nur Effendi lantas memberikan gambaran, bila kawasan tersebut dibangun gedung pertokoan dan disewakan pada pihak swasta, tentu akan membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat Trenggalek. Dampaknya, hal ini bisa mengurangi angka pengangguran dan pengentasan kemiskinan.

"Di samping membuka lapangan pekerjaan, yang tak kalah pentingnya adalah pendapatan asli daerah secara otomatis akan meningkat," ujarnya.

"Sekarang bila kawasan persawahan jalan Soekarno-Hatta dijadikan letak untuk program pertanian terpadu dari Dinas Pertanian, apa yang didapat dari program tersebut? Mampukah dari program tersebut menjawab sebagian dari visi misi bupati, terus seberapa besar manfaat untuk masyarakat? Namun jika dijadikan pusat usaha pasti bisa menjawab berbagai persoalan sosial, yang pertama pembukaan lapangan usaha, kedua membuka lapangan pekerjaan dan yang ketiga mengurangi angka kemiskinan, dan menambah PAD," terangnya.

Untuk itu, politikus Partai Gerindra ini meminta agar anggaran 800 juta dari APBD untuk program pertanian terpadu dialihkan, meski sudah disahkan oleh DPRD sendiri.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Trenggalek Joko Surono belum memberikan komentar apapun ketika dikonfirmasi terkait hal ini. (man/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 28 Oktober 2020 18:30 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Selama ini, masyarakat jamak mengetahui khasiat minyak kayu putih dipakai sebagai penghilang masuk angin atau perut kembung. Jarang atau belum banyak yang tahu kalau minyak tersebut berasal dari sebuah tanaman kayu putih. ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Rabu, 28 Oktober 2020 10:49 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...