Takdir berkata lain, istri dan anaknya malah terjebak kobaran api yang begitu cepat membesar di lantai dua, termasuk ibunya.
Fauzan yang bermaksud menolong menyusul anak dan istrinya di lantai atas tak kuasa lagi. Fauzan tidak bisa menerobos kobaran api yang melokalisir di lantai dua. Bahkan punggung dan bahu kanan Fauzan sempat terbakar saat berusaha menyelamatkan ketiganya.
Dugaan sementara, api itu akibat adanya hubungan arus pendek listrik di titik kabel yang ada di tembok garasi. "Sudah jelas penyebabnya, korsleting listrik," ungkap Kapolsek Paciran, AKP Fadhil.

Berdasarkan keputusan keluarga korban, termasuk Fauzan, tiga korban anggota keluarganya itu tidak dimakamkan di tempat yang sama. Sulami, istri Fauzan, dan anaknya Rosidatul Fauziyah dimakamkan di Drajat Paciran. Sedang Sakdiyah, dimakamkan di Kedungpring Kecamatan Kedungpring.
"Tidak, tidak dimakamkan di pemakaman yang sama. Ibu dan anak di Drajat, sementara nenek dimakamkan di Kedungpring," kata Mukhlis, sahabat dekat Fauzan. (qom/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




