Selasa, 21 Agustus 2018 17:19

Di Banyu Biru Pasuruan, Bisa Berenang Bersama Ikan Keramat, Hiiiiiiiiiiii...

Kamis, 12 Oktober 2017 10:09 WIB
Editor: choirul
Wartawan: ozy
Di Banyu Biru Pasuruan, Bisa Berenang Bersama Ikan Keramat, Hiiiiiiiiiiii...
sSensasinya, Wow! foto: Ozy/ BANGSAONLINE

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pemandian Banyu Biru di Desa Sumberejo Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, adalah kolam alami. Pemandian yang ada sejak tahun 1847 silam itu juga menjadi habitat spesies ikan, salah satunya ikan keramat.

Ikan sebesar telapak tangan ini memang diyakini keramat. Pasalnya, ada seseorang yang membawa pulang usai berenang, yang terjadi adalah dia meregang nyawa. “Bahkan, diyakini celaka di perjalanan pulangnya, dan itu terbukti karena sudah ada beberapa kejadian,” kata satu pengunjung.

Berawal dari pengunjung membawa pulang ikan tersebut untuk dijadikan sebuah koleksi di rumahnya, namun di tengah perjalanan pulang, mobil yang ditumpangi pengunjung tersebut mengalami kecelakaan.

“Konon, ikan yang berada di kolam ini, jumlah dan ukurannya masih sama dengan zaman dahulu,” kata dia.

Setidaknya, air di kolam ini sangatlah jernih, karena dari air sumber. Plus dikelilingi pohon berusia ratusan tahun, menjadikan semakin teduh.

Untuk menikmati sensasi berenang dengan “ikan keramat” ini, pengunjung hanya merogoh kocek sebesar Rp 5 ribu untuk hari apapun. Jam operasional pemandian ini adalah 08.00 -17.00 wib.

Pemandian banyu biru memiliki kolam sedalam 2,5 meter, sehignga bagi yang tidak bisa berenang disarankan menggunakan pelampung pribadi atau tidak berenang meskipun sejauh ini belum ada kasus orang tenggelam di pemandian ini.

Farhan (28), pengunjung lain, mengakui bahwa keindahan Pemandian Banyu Biru patut diacungi jempol. “Saya sering berkunjung di sini, karena air sejuk membuat pikiran menjadi fresh kembali. Meskipun sering ke sini, saya tidak pernah bosen dengan tempat ini. Bahkan menjadi tempat wisata favorit saya,” ujarnya.

Sayangnya, Farhan mengaku bahwa daun-daun yang berjatuhan di kolam menjadikan pemandangan cukup mengganggu. Pihak pengelola Banyu Biru pun sudah mengatasinya dengan cara petugas membersihkan kolam menggunakan jaring. “Kami sudah mengatasinya dari dulu dengan menugaskan karyawan untuk mengambil daun itu sebanyak sehari dua kali,” ujar Rudi Supiono, satu koordinator Pemandian Banyu Biru Pasuruan. (Ozy)

Ramai ya?????

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...