Ahli waris tanah Cawisan Bancang menuntut ganti rugi kepada pemkot atas pelepasan aset mereka kepada perumnas Wates. Kasus ini kini sampai di PN Mojokerto. foto: YUDI EP/ BANGSAONLINE
Ia menyebutkan keanehan di balik kasus ini. "Ada kesan pemda menghilangkan dokumen penjualan dengan cara sistematis. Mereka tidak mempunyai satu dokumen pun," ujarnya.
Sementara itu, Ibnu Sulkan dari pihak penggugat menyatakan tidak ada istilah kadaluarsa dalam kasus ini. "Kita ngurus masalah ini sudah lama sejak 2005, bukan kadaluarsa. Dan kita menuntut ganti rugi atas penjualan tanah cawisan kita," tegasnya.
Dalam waktu dekat, katanya, pihaknya juga akan mengadukan kasus ini ke Kejagung RI, Kapolri dan KPK. Menurut ia, ada unsur korupsi yang diduga dilakukan oknum Wali Kota dalam kasus ini. "Akan kita adukan kasus ini ke seluruh jajaran termasuk Kejagung, Kapolri dan KPK. Kita akan menuntut hak kita sampai titik darah penghabisan," tegasnya.
Seperti diketahui, sebanyak 36 ahli waris tanah cawisan Bancang, Wates, menuntut ganti rugi Rp 16 miliar kepada pemda setempat. Permintaan tertulis tersebut disampaikan kepada Wali Kota dan ketua DPRD.
Koordinator warga, Ibnu Sulkan mengungkapkan, ahli waris tidak pernah mendapatkan haknya pasca pembebasan lahan seluas 2 hektar untuk pembangunan Perumnas Wates tahun 1982. Tanah tersebut, terbagi menjadi dua bagian. Masing-masing 1,6 hektar di Dusun Bancang dan 0,4 hektar di Dusun Karanglo.
"Janji pemkot saat Wali Kota Moch. Samioedin untuk membayar ganti rugi tanah tersebut tidak pernah terealisasi sama sekali. Hanya ahli waris tanah cawisan Karanglo yang mendapatkan haknya. Itupun dibayar di era Wali Kota Abdul Gani pada tahun 2006 silam," ungkap Ibnu Sulkan.
Ibnu Sulkan mengatakan, di atas tanah mendiang kakek neneknya tersebut kini telah berdiri SMK Taman Siswa, balai RW dan rumah-rumah penduduk yang dibangun pihak pengembang. "Tanah kami telah dibebaskan secara tidak prosedural oleh pemkot dan tanpa disertai ganti rugi sama sekali. Padahal tanah itu kini telah berganti kepemilikan dan di atasnya berdiri SMK Taman Siswa, balai RW dan rumah-rumah warga," cetusnya. (gus/yep/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




