Harlistyati
Pasalnya untuk kebutuhan 2 ribu meter persegi. Sehingga, perlu ditambahi anggaran pengurukan Rp 1 miliar lebih untuk proyeksi lahan 5 ribu meter persegi.
Sebelumnya, Kepala DPKP Kota Mojokerto, Syamsul Hadi pernah menjelaskan pihaknya sudah melakukan pengurukan lahan seluas 2 ribu meter persegi untuk kebutuhan bangunan Rusunawa. Pengurukan sedianya, dilanjutkan pada saat P-APBD 2017, pengurukan lahan hingga mencapai total lahan 5 ribu meter persegi dengan plot anggaran Rp1,4 miliar.
”Tahun ini dimulai dengan uruk lahan 2 ribu meter persegi. Lalu nanti PAK ditambah lagi,” ujar Syamsul.
Pembangunan Rusunawa pertama di Kota Mojokerto itu Rusunawa ini diprioritaskan untuk warga terdampak Proyek Jalan Lingkar Barat (Jalinbar). Prioritas bagi warga yang terkena pembangunan jalinbar. Juga, Warga Miskin (Gakin) atau juga masyarakat berpenghasilan rendah. Serta, warga yang tinggal di pinggir rel kereta api di Kota Mojokerto.
Rusunawa dengan tiga lantai itu diproyeksikan untuk 100 Kepala Keluarga (KK). (yep/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




