Rabu, 02 Desember 2020 13:35

Dugaan Mark Up Data Siswa di RA Nurusshobah terkait Dana BOS, Kemenag Sumenep Janji Panggil Kepsek

Rabu, 23 Agustus 2017 21:59 WIB
Wartawan: Faisal
Dugaan Mark Up Data Siswa di RA Nurusshobah terkait Dana BOS, Kemenag Sumenep Janji Panggil Kepsek
Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Sumenep, Mohammad Tawil.

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Dunia pendidikan Kabupaten Sumenep kembali diterpa isu tak sedap. Sebuah lembaga pendidikan Yayasan RA Nurusshobah Daramista di Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep diduga telah melakukan mark up siswa dengàn cara memberikan keterangan palsu kepada Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep.

Mark up data siswa ini dilakukan agar dana BOS yang dikucurkan semakin banyak. Berdasarkan data, penerima bantuan fungsional BOS RA Nurusshobah meliputi 2 orang pengajar dan 15 siswa. Padahal, jika pengajar terdapat 2 orang, seharusnya siswanya juga mencapai 30 anak.

Sedangkan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk siswa dikucurkan senilai 300 ribu per anak yang sudah dicairkan secara bertahap mulai bulan juni kemarin. 

Namun berdasarkan hasil investigasi wartawan Bangsaonline.com di lapangan, jumlah siswa di RA Nurusshobah ternyata hanya 4 anak saja. Sedangkan pengajar juga hanya 1 orang. Hal ini tentu tidak sesuai dengan dana BOS yang diterimakan.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Sumenep Mohammad Tawil menjelaskan bahwa bantuan fungsional guru tidak melihat jumlah murid. Menurutnya, asal ada izin operasionalnya, bantuan bisa diberikan kepada lembaga pendidikan tersebut.

"Hal ini berdasarkan Kementerian Pendidikan Pusat yang langsung ditandatangani oleh presiden," dalihnya saat ditemui di kantornya (23/8).

Mengenai dugaan mark up data siswa di RA Nurusshobah, pihaknya mengatakan akan melakukan kroscek ke lembaga terkait. "Karena ini berkenaan dengan bantuan operasional pendidikan (BOP) yang telah diterimanya. Dan jika benar-benar terjadi mark up siswa, maka kami akan meminta agar lembaga mengembalikan sisa dari kelebihan siswa yang ada," tegasnya.

"Dalam waktu dekat ini, saya pastikan akan memanggil kepala sekolah RA/TKA Nurusshobah dan pengawasnya untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawabannya," pungkasnya. (fai/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...