Kajari Halilah duduk gayeng dengan anak-anak forkom.
"Ini semua untuk melangkah ke Kota Layak Anak yang memberikan perlindungan dan memberikan hak-hak anak," tambahnya.
Sesi ini berlangsung menarik. Sebab, Kajari menggunakan teknik pembicaraan dua arah ketika beraudensi dengan para pemuda itu. Praktis, suasana tampak cair dan riuh lantaran respon beragam dari anak-anak.
Ketika ditanya pendapatnya soal kawasan kongkow paling asyik, yakni di jalan Benteng Pancasila, mereka spontan mengeluh. "Lahan parkirnya sempit juga banyak pengamen," jawab mereka.
Persoalan ini, langsung dilempar Kajari ke Wali Kota. Orang nomer satu di pemkot itu serta merta meresponnya dengan menyatakan akan meneruskan keluhan tibum itu ke Pol PP.
Acara itu diwarnai berbagai unjuk kebolehan, seperti drama dan lagu, puisi serta tebak-tebakan.
Sementara itu, usai acara, Wali Kota Masud Yunus berharap Forkom ini memberikan hak dan perlindungan terhadap anak yang dipandegani pemerintah setempat. "Ini juga memberikan kegiatan positif pada anak utuk menyamaikan aspirasi ekspresi kepada pemkot," katanya.
Terhadap usulan soal fasilitas dan keluhan terhadap pengamen, ia mengatakan akan meminta dinas melakukan penertiban. "Kami teruskan keluhan ini kepada Pol PP untuk ditindak lanjuti," tegasnya. (yep)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




