Minggu, 15 September 2019 21:56

Harga Cabai di Tingkat Petani Terus Berubah

Rabu, 07 Juni 2017 01:47 WIB
Harga Cabai di Tingkat Petani Terus Berubah
Kasub Bulog Divre Kediri Rachmad Syahjoni saat membeli cabai langsung ke petani di Desa Kebonrejo Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga cabai di Kabupaten Kediri mulai bergerak liar dan terus berubah layaknya bursa efek. Perubahan harga cabai di tingkat petani juga sudah tidak beraturan. Hal ini diketahui ketika Tim Sub Bulog Kediri mencoba membeli cabai dari petani Desa Kebon Rejo, Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri untuk memenuhi kebutuhan Operasi Pasar di bulan Ramadhan ini.

Dari pantauan di lokasi, harga cabai masing-masing petani sudah berbeda, ada yang hanya Rp 20 ribu, namun juga ada yang sudah mencapai Rp 25 ribu.

Selain harga yang berbeda, perubahan harga yang terjadi di tingkat petani berubah setiap hari, kadang pagi dan sore harga sudah berubah. Dari harga Rp 16 ribu saat pada lusa lalu kini mencapai harga Rp 25 ribu. Harga ini juga dipengaruhi jenis cabai rawit.

Bulog Sub Divre Kediri mengaku, selain harga terus merangkak naik, stok cabai pun juga terbatas, karena rata-rata cabai dari Desa Kebon Rejo ini sudah dikirim keluar daerah.

Sementara saat ini harga di pasaran sudah merangkak naik. sehingga Bulog berinisiatif untuk membeli cabai ke Petani langsung sebagai upaya stabilisasi.

“Ya saat ini kita lihat dulu selama seminggu bagaimana minat konsumen. Jika banyak yang berminat kita akan terus kulakukan untuk kebutuhan masyarakat,” kata Kasub Bulog Divre Kediri Rachmad Syahjoni Putra pada wartawan, Selasa (6/6).

Di tempat yang sama, Kepala Desa Kebon Rejo Yoni Widarto membenarkan jika harga cabai terus bergerak. Menurutnya, barometer dari harga cabai di tingkat petani di desanya adalah pasar Pamenang Pare, dan harga tersebut yang berlaku di pengiriman ke luar daerah.

"Per siang ini saja harganya sudah mencapai Rp 25 ribu, barometer petani kita pasar Pare," terangnya.

Lebih lanjut, sebenarnya produksi cabai di desanya sangat banyak, dari 500 hektare, mampu memproduksi 40 ton per hari, dan hanya sekitar 5 ton yang dikirim ke Bali, sedangkan sisanya masuk di pasar Kediri dan Pare.

"Yaitu saat ini yang terjadi pengiriman pengiriman," tandasnya.

Diketahui saat ini harga cabai di pasaran menurut Kabulog sudah mencapai harga Rp 50 ribu. Untuk menekan harga cabai agar tidak terlalu liar, Bulog Divre Kediri mencoba mencukupi kebutuhan konsumen melalui operasi pasar. Bulog langsung membeli cabai ke Petani. (rif/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...