Selasa, 07 Juli 2020 13:26

Pagelaran Srawung Seni di Banyuwangi Persatukan Kesenian Indonesia

Senin, 22 Mei 2017 11:13 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Ganda Siswanto
Pagelaran Srawung Seni di Banyuwangi Persatukan Kesenian Indonesia
Yayasan Swagaloka dan Didik Nini Towok memberikan sertifikat penghargaan kepada maestro Gandrung Banyuwangi, Mbok Temu.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Pagelaran Srawung Seni yang diadakan Bekraf bersama Yayasan Swagaloka Jakarta selama tiga hari hingga Sabtu (20/6) di Gedung Wanita Banyuwangi, diharapkan menjadi pemersatu kesenian Indonesia.

Pagelaran tersebut menampilkan pertunjukan seni tradisi kontemporer di setiap daerah seluruh Indonesia. Pertunjukan ini juga menghadirkan para pakar pakar seni daerah untuk bisa mempertunjukan sebuah karya seni karyanya yang berupa tari, teather maupun puisi.

Para pelaku seni daerah maupun masyarakat diajak untuk berdialog tentang seni bersama penari nasional Didik Nini Thowok asal Yogyakarta. Pagelaran ini juga mengaplikasikan tari daerah bersama puisi maupun karya teater.

Pada kesempatan itu, Kepala Yayasan Swagaloka, Drs soryandaro memberikan sertifikat penghargaan kepada para maestro seniman Banyuwangi. Di antaranya kepada maestro Gandrung Banyuwangi, Mbok Temu.

Dalam pagelaran seni ini, para penari Yayasan Swagaloka dari Jakarta berduet dengan sanggar tari Alang-alang Gumitir yang mempersembahkan pertunjukan tradisi seni kontemporer berjudul Ref Using.

Para pelaku seni muda Banyuwangi juga menampilkan dramatisasi puisi dan teater Accio Smampur dengan judul Santet. Yang tidak kalah mengejutkan, penampilan maestro penari gandrung Banyuwangi Mbok Temu yang berduet dengan maestro seni tari Indonesia Didik Nini Thowok dengan tari Gandrung Osing.

Didik Nini Towok selaku penggerak pagelaran Srawung Seni mengatakan, pagelaran ini sangat penting supaya pelaku seni maupun masyarakat bisa menyadari bagaimana luasnya Indonesia dengan gerakan keseniannya yang berbeda-beda dari Sabang sampai Merauke.

Dengan diadakannya pagelaran Srawung Seni ini, diharapkan agar seniman di Indonesia pergaulan seninya tidak kuper, tidak hanya bergaul dengan seniman lokalan saja. Dengan adanya Srawungan seni seperti ini para seniman juga saling belajar menghargai dan membuka diri untuk menghargai kesenian Indonesia lainnya.

"Saya juga berharap semoga program semacam ini akan bisa berlanjut seterusnya, agar persaudaraan seniman daerah dengan seniman daerah lainya bisa bersatu terus menerus," imbuhnya. (gda/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...