Minggu, 20 Oktober 2019 14:21

Pagelaran Srawung Seni di Banyuwangi Persatukan Kesenian Indonesia

Senin, 22 Mei 2017 11:13 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Ganda Siswanto
Pagelaran Srawung Seni di Banyuwangi Persatukan Kesenian Indonesia
Yayasan Swagaloka dan Didik Nini Towok memberikan sertifikat penghargaan kepada maestro Gandrung Banyuwangi, Mbok Temu.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Pagelaran Srawung Seni yang diadakan Bekraf bersama Yayasan Swagaloka Jakarta selama tiga hari hingga Sabtu (20/6) di Gedung Wanita Banyuwangi, diharapkan menjadi pemersatu kesenian Indonesia.

Pagelaran tersebut menampilkan pertunjukan seni tradisi kontemporer di setiap daerah seluruh Indonesia. Pertunjukan ini juga menghadirkan para pakar pakar seni daerah untuk bisa mempertunjukan sebuah karya seni karyanya yang berupa tari, teather maupun puisi.

Para pelaku seni daerah maupun masyarakat diajak untuk berdialog tentang seni bersama penari nasional Didik Nini Thowok asal Yogyakarta. Pagelaran ini juga mengaplikasikan tari daerah bersama puisi maupun karya teater.

Pada kesempatan itu, Kepala Yayasan Swagaloka, Drs soryandaro memberikan sertifikat penghargaan kepada para maestro seniman Banyuwangi. Di antaranya kepada maestro Gandrung Banyuwangi, Mbok Temu.

Dalam pagelaran seni ini, para penari Yayasan Swagaloka dari Jakarta berduet dengan sanggar tari Alang-alang Gumitir yang mempersembahkan pertunjukan tradisi seni kontemporer berjudul Ref Using.

Para pelaku seni muda Banyuwangi juga menampilkan dramatisasi puisi dan teater Accio Smampur dengan judul Santet. Yang tidak kalah mengejutkan, penampilan maestro penari gandrung Banyuwangi Mbok Temu yang berduet dengan maestro seni tari Indonesia Didik Nini Thowok dengan tari Gandrung Osing.

Didik Nini Towok selaku penggerak pagelaran Srawung Seni mengatakan, pagelaran ini sangat penting supaya pelaku seni maupun masyarakat bisa menyadari bagaimana luasnya Indonesia dengan gerakan keseniannya yang berbeda-beda dari Sabang sampai Merauke.

Dengan diadakannya pagelaran Srawung Seni ini, diharapkan agar seniman di Indonesia pergaulan seninya tidak kuper, tidak hanya bergaul dengan seniman lokalan saja. Dengan adanya Srawungan seni seperti ini para seniman juga saling belajar menghargai dan membuka diri untuk menghargai kesenian Indonesia lainnya.

"Saya juga berharap semoga program semacam ini akan bisa berlanjut seterusnya, agar persaudaraan seniman daerah dengan seniman daerah lainya bisa bersatu terus menerus," imbuhnya. (gda/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...