Kamis, 24 Mei 2018 09:19

Semen Indonesia Terima Penghargaan "Utama" dari Kementerian ESDM

Jumat, 19 Mei 2017 21:46 WIB
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Semen Indonesia Terima Penghargaan "Utama" dari Kementerian ESDM
Kepala Departemen Raw Material Production Semen Indonesia, Musiran (kanan) usai menerima penghargaan di Jakarta.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk menerima penghargaan “utama” untuk pengelolaan lingkungan izin usaha pertambangan tahun 2015 dan 2016 dari Direktorat Jendral Mineral dan Batubara Kementerian ESDM.

Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Departemen Raw Material Production Semen Indonesia, Musiran di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Kadept Raw Material Production Semen Indonesia, Musiran mengatakan Tahun 2015 merupakan tahun pertama bagi PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk mengikuti penilaian sekaligus pertama meraih Penghargaan Pratama dalam acara Penganugerahan Penghargaan Pengelolaan Lingkungan Pertambangan dalam kategori kelompok Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Semen Indonesia merupakan satu-satunya perusahan yang membidangi industri semen yang mendapatkan penghargaan ini.

"Guna menjaga dan tetap merawat keberlanjutan lingkungan hidup, Semen Indonesia dalam operasinalnya menerapkan prinsip kerja perusahaan yang aman, sehingga tidak merusak lingkungan. Semen Indonesia memiliki tahapan yang taat lingkungan dalam pengelolaannya," ujarnya.

"Tahapan pengelolaan lingkungan PT Semen Indonesia (Tbk), yakni dimulai dari perencanaan, penanaman dan pembibitan hingga nantinya bagaimana mengelola pertambangan sendiri selepas ditambang," sambung Musiran.

Lebih lanjut Musiran menyatakan, bukti pengelolaan tambang yang dilakukan perusahaan ramah lingkungan adalah penggunaan alat wirtgen dan vermer menggantikan metode blasting atau peledakan.

Alat ini mengurangi kebisingan dan debu ketika dilakukan penambangan yang berdekatan dengan permukiman warga.

Untuk menjaga kelestarian lingkungan paska tambang, Semen Indonesia menanami lahan pasca tambang batu kapur di pabrik Tuban sebanyak 158.566 pohon pada area seluas 137 ha.

Sedangkan lahan pasca tambang di tanah liat, perusahaan menanam 269.276 pohon pada area seluas 212 ha. "Selain itu perusahaan juga menginisiasi terbentuknya Green Belt dan Green Barrier yang berfungsi menjaga udara di kawasan pabrik agar tidak tercemar oleh polusi," jelasnya.

Green Belt dan Green Barier adalah filter alami polusi debu sekaligus pencipta oksigen. "Green Belt dikhususkan sebagai zona penyangga penghijauan dengan panjang 4 kilometer dan lebar 50 meter disekitar lokasi tambang batu kapur dan tanah liat sekitar pabrik," paparnya.

Diterimanya penghargaan tersebut kian memacu pelaksanaan pengelolaan lingkungan tambang dan reklamasi pasca tambang yang berkelanjutan.

"Pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan reklamasi yang berkelanjutan menunjukkan bahwa Perseroan mendukung industri hijau dan siap menghasilkan produk semen yang ramah lingkungan,"pungkas Musiran. (hud/rev)

Rabu, 23 Mei 2018 22:26 WIB
Perjalanan yang istimewa, sahur dan buka puasa di 2 negara bagian. Istimewa karena di apit 2 mahasiswa Indonesia. Saya juga tidak menyangka bisa bertemu dua teman mahasiswa Indonesia di Columbia University Missouri. Satu asal Bondowoso. SMA-nya d...
Minggu, 20 Mei 2018 12:10 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraan (3).Minggu-...
Sabtu, 19 Mei 2018 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 14 Mei 2018 00:06 WIB
Pantai Kramat Banyuwangi yang mau dijadikan destinasi wisata.BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kelompok Nelayan Al Karomah bersama pemuda-pemudi Kertosari menggelar kegiatan bersih-bersih Pantai Kramat, Minggu (13/5). Kegiatan bersih-bersih pantai ...