Kamis, 24 Mei 2018 09:01

Enam Santri Ponpes Mambaus Sholihin Tewas Tenggelam di Kubangan eks Galian Tambang di Suci Gresik

Kamis, 18 Mei 2017 16:07 WIB
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Enam Santri Ponpes Mambaus Sholihin Tewas Tenggelam di Kubangan eks Galian Tambang di Suci Gresik
Tim Inafis Polres Gresik saat mengidentifikasi para korban di ruang jenazah RSUD Ibnu Sina. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSONLINE.com - Keluarga besar Ponpes (pondok pesantren) Mambaus Sholihin Desa Suci Kecamatan Manyar, berduka. Kamis (18/5/2017), sebanyak enam dari tujuh siswa MTs Mambaus Sholihin tewas tenggelam saat menyeberang di kubangan air eks tambang di desa setempat.

Keenam siswa yang kesemuanya kelas 3 MTs itu adalah Saifuddin Zuhri Subagiyo warga Nglanjuk RT 3 RW 1 Kecamatan Cepu, Blora Jawa Tengah; Sholahuddin Achmad warga jalan Gebang Wetan II RT 4 RW 1 Desa Gebang Putih, Sukolilo, Surabaya; M. Royi Amanullah Rusdi, Jalan Jemurwonosari Gg Lebar No.138 RT 3 RW 7 Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya.

Kemudian, Ahmad Syafi'i, Jalan Industri RT 1 RW 2 Moropelang Babat Lamongan; Abd Rohman Nafis, Jalan Tambaksari Tanjung No.05 RT 44/6 Morokrembangan, Krembangan Surabaya dan Yosar Muhammad Ardyansyah Putra Jalan Pancawarna IIB/AB 26 Rt 4/7 Petiken, Driyorejo Kabupaten Gresik.

Adapun satu korban yang selamat adalah Efendy, warga Perumahan PPS (Pondok Permata Suci) Kecamatan Manyar.

Informasi yang didapatkan BANGSAONLINE.com menyebutkan, enam santri itu tercebur saat mengikuti kegiatan outbond yang diadakan sekolah pasca UN (Ujian Nasional) 2017. Nah, saat itu mereka hendak menyeberangi kubangan bekas tambang. Namun, diduga karena karena saling dorong-dorongan saat menyeberangi kubangan, mereka akhirnya tercebur hingga tewas tenggelam karena tak bisa berenang.

Camat Manyar Abdul Hakam kepada BANGSAONLINE.com membenarkan adanya siswa tenggelam ini. "Berdasarkan rundown outbond tersebut, tidak ada rute untuk menyeberangi kubangan air eks tambang. Jadi info yang saya dapat ada 7 anak yang keluar dari jalur outbond yang telah ditetapkan oleh panitia," kata Hakam, Kamis (18/5/2017).

"Enam korban meninggal sudah dibawa ke RSUD Ibnu Sina dan satu korban selamat dirawat di Klinik Satelit Petrokimia Gresik GKB (Gresik Kota Baru)," terangnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Abu Hasan menyatakan, pihaknya sudah menerjunkan petugas ke TKP (tempat kejadian perkara). "Petugas BPBD membantu tim Inafis Polres Gresik untik identifikasi korban," terangnya.

"Sekarang kami tengah minta bantuan Dinkes (Dinas Kesehatan) Pemkab Gresik untuk meneliti air di kubangan eks galian Suci. Langkah ini untuk mencari tahu apakah ada kandungan racun dalam air yang diseberangi para korban," pungkasnya. (hud/rev)

Rabu, 23 Mei 2018 22:26 WIB
Perjalanan yang istimewa, sahur dan buka puasa di 2 negara bagian. Istimewa karena di apit 2 mahasiswa Indonesia. Saya juga tidak menyangka bisa bertemu dua teman mahasiswa Indonesia di Columbia University Missouri. Satu asal Bondowoso. SMA-nya d...
Minggu, 20 Mei 2018 12:10 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraan (3).Minggu-...
Sabtu, 19 Mei 2018 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 14 Mei 2018 00:06 WIB
Pantai Kramat Banyuwangi yang mau dijadikan destinasi wisata.BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kelompok Nelayan Al Karomah bersama pemuda-pemudi Kertosari menggelar kegiatan bersih-bersih Pantai Kramat, Minggu (13/5). Kegiatan bersih-bersih pantai ...