Sabtu, 16 November 2019 08:54

Listrik Mahal, Puluhan Warga Lekok Wadul Dewan

Kamis, 11 Mei 2017 15:07 WIB
Wartawan: Ahmad Habibi
Listrik Mahal, Puluhan Warga Lekok Wadul Dewan
Perwakilan empat desa kecamatan Lekok saat hearing dengan Komisi III DPRD Pasuruan. foto: HABIBI/ BANGSAONLINE

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kenaikkan tarif dasar listrik PLN tiga kali berturut turut sejak Januari 2017 dianggap sangat membebani ratusan warga di Kecamatan Lekok. Mereka keberatan, pasalnya mayoritas warga mereka berpenghasilan rendah.

Mereka pun ramai-ramai mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan agar para wakil rakyat bisa bisa membantu untuk mengupayakan penyesuaian tarif subsidi listrik bagi warga setempat.

Untuk diketahui, tarif yang diberlakukan kepada mereka masuk kategori tarif bisnis. Mereka harus membayar biaya berlipat-libat untuk membuat rumah terang benderang dengan aliran listrik. Padahal, voltase listrik yang mereka pakai adalah tergolong untuk masyarakat miskin, yakni 450 VA.

“Sejak kenaikan tarif, warga harus mengeluarkan biaya besar untuk listrik. Biaya tersebut setara dengan kelas menengah atau skala bisnis,” kata Sofian, Ketua Paguyuban warung listrik Lekok, saat mengadu ke Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan.

Sofian menjelaskan, ada tujuh warga desa yang harus menanggung biaya listrik tinggi. Biaya tinggi itu harus dibebankan kepada warga, lantaran menikmati listrik dengan menggunakan warung listrik (warlis).

Sofian mengungkapkan tidak semua warga di sana dapat menikmati listrik langsung dari PLN. Bahkan, ada dua desa yang benar-benar tak tersentuh pendaftaran layanan PLN secara langsung. Mereka harus melalui perantara warlis. Di antaranya Desa Semedusari sebanyak 250 KK dan Alastlogo sebanyak 500 KK.

Sementara desa-desa yang dapat layanan pendaftaran PLN melalui warlis yakni Desa Wates sebanyak 250 KK, Pasinan sebanyak 300 KK, Balunganyar 80 KK, Gejukjati sebanyak 40 KK, dan satu desa di wilayah Kecamatan Nguling, yakni Sumberanyar sebanyak 150 KK yang memanfaatkan jaringan warlis.

Untuk Semedusari dan Alastlogo, Kecamatan Lekok, murni menggunakan warlis. Tidak melalui pelayanan pendaftaran PLN untuk bisa memperoleh listrik. Untuk lainnya, ada yang sudah terdaftar PLN, tapi sebagian masih belum. (bib/par/rev)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Kamis, 14 November 2019 13:45 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...