Pasca Perahu Tambang Terbalik di Kalimas Wringinanom, Ketua Dewan Minta Ada Aturan Ketat

Pasca Perahu Tambang Terbalik di Kalimas Wringinanom, Ketua Dewan Minta Ada Aturan Ketat Armuji.

Hanya, sebagian warga merasa terlalu jauh kalau lewat jembatan. “Makanya nekat pakai perahu tambang,” terang Armuji.

Pemkot Surabaya pun berupaya mengurangi ketergantungan warga terhadap perahu tambang. Di antaranya, berencana membangun jembatan di Jl Ratna, Ngagel.

Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan, pembangunan Jembatan Ratna penting. Sebab, munculnya perahu tambang tak lepas dari kurangnya akses jembatan di kawasan sungai.

Selain itu, pemkot juga tak berwenang melarang perahu tambang beroperasi di Surabaya. Apalagi, kata Risma, warga membutuhkan adanya perahu tambang tersebut. "Kalau dilarang nggak bisa. Makanya, nanti di Jalan Ratna mau dibangunkan jembatan,” ujar Risma kepada wartawan.

Jembatan itu akan menghubungkan dua jalan yang terpisahkan Kalimas, yakni Jalan Ratna di sisi timur Kalimas, hingga tembus ke Jalan Bengawan di sisi barat.

Dia menambahkan, Jembatan Ratna bakal dibangun sepanjang 36 meter dan lebar 19 meter, dengan empat lajur jalan. Jembatan itu akan dilengkapi pedestrian bagi pejalan kaki.

Adanya jembatan itu juga diharapkan mampu memotong jalur dari Ngagel ke Darmokali yang selama ini harus memutar di jembatan BAT, atau jembatan di kawasan Jl Sulawesi. (lan/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO