Minggu, 20 Oktober 2019 19:34

50 Kecamatan di Jatim Berpontensi Longsor Risiko Tinggi, Ini Rinciannya

Senin, 10 April 2017 22:57 WIB
Wartawan: M Didi Rosadi
50 Kecamatan di Jatim Berpontensi Longsor Risiko Tinggi, Ini Rinciannya
Longsor di Ponorogo nampak dari drone.

SURABAYA, BANGSAONLIE.com - Bencana tanah longsor telah melanda Ponorogo dan Nganjuk. Masyarakat yang tinggal di dataran tinggi tampaknya kini harus meningkatkan kewaspadaan. Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, ada 50 wilayah kecamatan yang tercatat memiliki potensi longsor risiko tinggi.

"Lima puluh kecamatan dengan potensi longsor risiko tinggi itu ada 12 kabupaten/kota," kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim Sudarmawan, Senin (10/4).

Dua belas daerah itu Ponorogo (9 kecamatan), Trenggalek (3 kecamatan), Tulungagung (4 kecamatan), Blitar (8 kecamatan), Malang (2 kecamatan), Jember (11 kecamatan), Banyuwangi (1 kecamatan), Bondowoso (2 kecamatan), Nganjuk (2 kecamatan), Magetan (2 kecamatan), Gresik (3 kecamatan), Kota Batu (3 kecamatan).

"Kalau wilayah yang paling banyak terjadi longsor tahun 2016 lalu adalah Trenggalek sebanyak 39 kejadian, Pacitan 19 kejadian, dan Ponorogo sebanyak 14 kejadian. Lalu tahun 2017 ini terbanyak tetap Trengalek 11 kejadian, Ponorogo 7 kejadian, serta Malang, Situbondo, dan Tuban masing-masing 3 kejadian," papar mantan Sekda Bangkalan ini.

Lebih lanjut diterangkan, untuk data kejadian longsor selama tahun 2016 total 155, sedangkan tahun 2017 hingga Maret lalu 40 kejadian. Sebagai langkah antisipasi terhadap setiap bencana yang terjadi, BPBD Jatim memiliki program Desa Tangguh Bencana.

Kata Sudarmawan, tujuan program ini menyiapkan masyarakat mandiri. "Mereka juga kita bintek tentang renkon (rencana kontijensi)".

Ketiga adalah tanggap darurat, menjadi cepat respon time. Sehingga dengan ini bisa membangun kemandirian.

"Di Jatim, yang berisiko tinggi ada 540 desa. Sampai sekarang masih 260 yang desa tangguh bencana. Ke dapan akan terus diupayakan agar semuanya menjadi Desa Tanggap Bencana," tegas dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku telah meminta BPBD Jatim agar memperbanyak kader Desa Tanggap Bencana.

"Pak Sudarmawan (Kepala Pelaksana BPBD Jatim-red) saya suruh rapat bersama BPBD kabupaten/kota, sudah mulai untuk kader early warning. Bu Dewi (Kepala Dinas ESDM) sudah pasang 51 alat untuk ekstensometer. Ini untuk deteksi retakan," ujar Pakde Karwo, panggilan akrabnya.

Pakde Karwo menambahkan untuk wilayah yang masuk kategori rawan longsor dan tanahnya sudah dideteksi bergerak, Pemprov memasang alat tersebut lebih dari satu.

"Seperti di Ponorogo, di empat wilayah rawan, kami kasih dua alat. Kasus yang kemarin itu sebenarnya retakan (tanah) sudah tahu semua. Tapi begitu mau ambil tanaman, tidak bisa ditahan," bebernya.

Pakde Karwo menambahkan, program Pemprov Jatim ke depan adalah relokasi daerah rawan. Nantinya, tanahnya bakal disediakan Bupati Ponorogo. Dari 28 kepala keluarga itu tanahnya milik sendiri dan tanah saudara. Hanya saja yang sulit adalah tanah kas desa (TKD).

"Penghentian pencarian akan dibicarakan dengan keluarga. Kalau memang sudah ikhlas. Akhirnya akan dijadikan kuburan masal. Tapi sudah bisa dibicarakan dengan warga," tandasnya.

Sementara itu, terkait longsor yang terjadi di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Nganjuk, ia mengatakan yang terjadi adalah kandungan air di dalam tanah terlalu besar. Sebab, sebenarnya tanaman di atasnya itu jenisnya memiliki akar kuat, di antaranya, jati, akasia, maoni, dan sengon.

"Sebetulnya dari segi jenis tanaman tidak seperti Ponorogo. Ini tanahnya subur. Tapi beban air di dalam tidak kuat. Kemudian dia sudah melorot-lorot," paparnya. (mdr/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...