Pedagang Pasar Merjosari Malang Gelar Aksi Demo dan Doa Bersama, Tolak Pembongkaran

Pedagang Pasar Merjosari Malang Gelar Aksi Demo dan Doa Bersama, Tolak Pembongkaran Para pedagang saat aksi demo.

“Kami bersama para pedagang lainnya menganggap PDT kurang layak ditempati. Jadi, apapun bentuknya, kami sepakat menolak pasar penampungan Merjosari dibongkar, Bila perlu, pasar penampungan Merjosari ini ditetapkan sebagai pasar tradisional, daripada disuruh menempati PDT,” tandasnya.

Sebab, lanjut ia, banyak hal yang tidak dijalankan oleh Pemkot Malang. Menurutnya, Pemkot Malang melalui Dinas Perdagangan terkesan memaksakan kehendak. Pedagang dituntut untuk memenuhi keinginannya tanpa melihat aturan yang ada.

"Sekarang ini bukan jamannya pemaksaan dan penindasan, melainkan eranya demokrasi," tutur Sabil, , yang diamini oleh M. Lutfi Alfian dan Hariyanto, pedagang pecah belah dan buah.

Sementara, sepanjang unjuk rasa dilakukan, dari pihak Dinas Perdagangan (Dindag) Kota Malang belum ada yang mau menemui pedagang. Perwakilan dari Dindag, salah satunya Kepala UPT Pasar, hanya tampak keluar sekadar melakuakan pemantauan saja, tanpa berani mendekat ke pedagang.

Terkait hal ini, Wakapolsek Lowokwaru AKP Adi Sunarto mengimbau agar para pedagang tidak melakukan aksi anarkis seandainya Pemkot Malang jadi melakukan pembongkaran.

"Kami kan sifatnya pengamanan. Akan tetapi jika ada perlawanan dari pedagang dengan aksi anarkis, maka mereka akan berhadapan dengan aparat kepolisian. Untuk sementara waktu, kita masih memantau di lapangan, dan nantinya akan dikendalikan penuh oleh Polres Malang Kota. Siang ini masih akan ada rapat koordinasi di Mapolres," imbuh AKP.Adi Sunarto. (iwa/thu/dur/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO