Antrean Pasien RSUD dr Wahidin Disorot DPRD, Dianggap Abaikan Kepentingan Pasien

Antrean Pasien RSUD dr Wahidin Disorot DPRD, Dianggap Abaikan Kepentingan Pasien Panjangnya antrean pasien di loket obat RSUD Wahidin tak ayal membuat pasien jengah. Bahkan ada yang pilih tidur, daripada pingsan akibat lamanya layanan di RS ini. foto: YUDI EP/ BANGSAONLINE

Harusnya, lanjut ia, dengan jaman ITE (informasi teknologi) persoalan klasik yang dikeluhkan macam gini sudah tidak ada. "Ini jaman ITE namun masih ada antre-antre. Harusnya dengan status tipe B tidak hanya berbicara pada infrastruktur, namun karakter orangnya. RSUD harusnya bikin inovasi, sudah nggak jamannya antre-antre gitu," tambahnya.

Untuk upaya inovasi, pihak Dewan menjamin adanya tambahan anggaran pembenahan. "Silakan ajukan anggaran untuk peningkatan pelayanan. Akan kami kawal asal maksud itu tercapai," pungkasnya.

Dikonfirmasi sebelumnya, Wali Kota Masud Yunus menyatakan harapan serupa. "Memang seharusnya manajemen pelayanan RS itu dibenahi. Waktu saya berobat ke Singapura, RS itu sepi tidak ada antrean. Saya hanya register via internet dan segera mendapatkan pelayanan dari dokter spesialis dengan jadwal yang sudah ditentukan," urai Wali Kota Masud Yunus.

Atas kondisi di RSUD Wahidin, Yai Ud -panggilan Masud Yunus- menyatakan akan menerapkan sistem ITE di RS tersebut. "Saya akan panggil dr Sugeng (Dirut RSUD) untuk membicarakan perbaikan menejemen ini," janjinya.

Dikonfirmasi kritik Dewan ini, Direktur RSUD dr Sugeng Mulyadi tampaknya enggan berkomentar. "Saya masih di luar, nanti saja saya hubungi," pungkasnya. (yep/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO