Keluarga saat menunjukkan foto Umiasa saat mudanya. foto: IMRON/ BANGSAONLINE
Bahkan melalui sebuah akun Facebook, sejumlah TKI asal Indonesia bersedia untuk memulangkan secara patungan jenazah almarhum Umiasa ke Indonesia, jika memang keluarganya tidak mampu memulangkan.
“Saya belum tahu kalau ada inisiatif seperti itu,” ujar Suharwoko, sembari menjelaskan kemungkinan pemulangan jenazah Umiasa masih ada, tergantung dari jawaban KBRI yang sampai saat ini belum diterimanya.
Sementara itu, pihak keluarga tetap berharap jenazah Umiasa bisa dipulangkan ketanah air untuk di makamkan. Melihat kondisi itu, Komisi D DPRD Lumajang meminta Pemkab Lumajang untuk berusaha keras agar bisa memulangkan jenazah Umiasa.
Ketua Komisi D DPRD Lumajang Suiganti SH, mengatakan, bagaimanapun Umiasa adalah warga Lumajang yang nasibnya harus diperhatikan. Apalagi sampai meninggal di negeri orang ketika mencari nafkah.
“Dia berangkat secara ilegal pasti ada penyebabnya. Bisa jadi karena keterbatasan ekonomi sehingga tidak ada biaya untuk berangkat dengan prosedur yang benar. Karenanya kita harus tetap bisa memperhatikan,” katanya.
Menurut Politisi PKB itu, Dinas Tenaga Kerja Lumajang harus bisa memberikan penjelasan yang cukup kepada masyarakat agar mengerti prosedur bekerja keluar negeri.
“Ini tanggungjawab kita semua, masyarakat kita masih ada yang belum mengerti risiko bekerja ke luar negeri tanpa menggunakan dokumen yang legal sebagai tenaga kerja. Jika ada kejadian seperti Umisiana maka mengurusnya jadi lebih mudah,” pungkasnya. (ron/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




