Google campus. foto: Brionv/Flickr
Syarat agar bisa merebut Kampus Google itu, lanjut Risma, dia harus bisa kompetitif dengan negara-negara lain. Di Johannesburg Risma ditunjuk sebagai salah satu pembicara, sehingga moment itu akan dimanfaatkan untuk menarik Kampus Google di tahun depan.
“Aku di konferensi itu jadi salah satu pembicara, makanya aku akan narik untuk 2018. Aku yakinkan orang-orang itu, karena mereka Startup Nations Summit. Seluruh dunia tak tarik ke Surabaya, biar mereka yakin Kampus Google dibangun di sini,” ungkapnya.
Risma menambahkan, keputusan terkait Kampus Google di Surabaya ini, akan diketahui setelah bulan Agustus nanti. Sedang untuk meyakinkan Surabaya layak, ia juga akan mengundang pihak conference foundation, yang sudah bergerak puluhan tahun di bidang penelitian.
“Conference foundation itu mau tak tarik di Surabaya di bulan Agustus. Dia bisa lihat Surabaya Agustus nanti, tapi aku harus diundang dan datang di Johannesburg nanti. Keputusan terakhir di bulan Agustus nanti, juga melalui survei, ke sini melihat kita bikin apa?,” tambahnya.
Info yang dihimpun oleh Pemkot Surabaya, Google saat ini telah membangun kampus di London, Inggris, Tel Aviv, Israel dan terakhir di Seoul, Korea Selatan di tahun 2015. Di Asia Tenggara sendiri, Kampus Google belum didirikan.
Kampus Google merupakan pusat pengembangan startup di sektor bisnis berbasis internet. Di kampus ini, para pengusaha startup bisa saling berbagi dan belajar bisnis dari para ahli Google. Termasuk pengembangan pemanfaatan teknologi, monetisasi, dan pemasaran.(yul/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




