Senin, 10 Mei 2021 02:01

PESAN KEBANGSAAN PESANTREN TEBUIRENG

Senin, 06 Februari 2017 12:52 WIB
Editor: nur syaifudin
Wartawan: romza
PESAN KEBANGSAAN PESANTREN TEBUIRENG

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Mencermati kondisi mutakhir peersatuan bangsa yang sangart memprihatinkan, tajamnya kesenjangan antara kehidupan kebanyakan rakyat dengan cita-cita kebangsaan para pendiri bangsa, Keluarga Besar Pesantren Tebuireng dan Civitas Akademika Universitas Hasyim Asy’ari, sebagai pelanjut perjuangan KHM Hasyim Asy’ari, menyampaikan pesan kebangsaan berikut:

Bangsa Indonesia adalah adikarya para pendiri bangsa yang amat ideal. Perjalanan 71 tahun belum cukup memadai untuk bisa mewujudkan cita-cita kemerdekaan secara nyata. Kita masih menhadapi banyak masalah mendasar yang harus diselesaikan.

Pembukaan UUD 1945 adalah mitsaqon gholidhon (kesepakatan kokoh) para pendiri bangsa yang menjadi dasar bangunan negara sebagai pengejawantahan dari cita-cita bangsa Indonesia. Di dalamnya tercantum didirikannya negara dan dasar Negara Pancasila. Pembukaan UUD 1945 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa diubah.

Keindonesiaan dan keislaman yang semula dipertentangkan, telah berhasil kita padukan melalui pembentukan Kementerian Agama, sinkronisasi pendidikan nasional dan pendidikan Islam, penerimaan Pancasila secara i’tiqodi (keimanan) dan syar’i, sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia oleh ormas dan partai Islam, akomodasi substansi syariah Islam ke dalam sejumlah UU. Perpaduan budaya daerah dan budaya Islam serta agama lain menuju budaya Indonesia yang bernuansa kebhinekaan juga mengalami kemajuan berarti. Perpaduan keindonesiaan dan keislaman yang merupakan faktor utama persatuan Indonesia dan berpotensi menjadi model bagi dunia, harus kita kawal dan rawat bersama.

BACA JUGA : 

Gelar Silaturahmi, Gus Irfan Kenalkan Gemira ke Alumni Tebuireng

Gus Irfan Prihatin Santri Mbah Moen Gagal Dilantik Perangkat Desa Gara-gara Ijazah Pesantren

Kemendikbud Ceroboh, Pesantren Tebuireng Desak Minta Maaf dan Tarik Naskah Kamus Sejarah Indonesia

Kapolri Resmikan Aplikasi SIM Sinar, Santri di Jombang Jajal Perpanjang SIM, Cukup Hitungan Menit

Kita perlu berjuang untuk membumikan Pancasila di dalam kehidupan nyata masyarakat: keadilan sosial perlu dihadirkan, ekonomi konstitusi terutama UUD pasal 33 perlu diwujudkan dalam UU, kebijakan dan program pemerintah. Hak dasar rakyat yang dijamin pasal 28 dan pasal 31 UUD, secara bertahap harus dipenuhi oleh Negara. Pasal 29 ayat 2 yang menjamin kebebasan beragama perlu diterapkan secara utuh di dalam masyarakat. Peran aktif Indonesia yang berdaulat dalam perdamaian dunia sebagai tujuan bernegara perlu ditingkatkan.

Diperlukan sejumlah prasyarat untuk bisa mewujudkan masyarakat yang kita cita-citakan, yaitu diredamnya (potensi) konflik dan tumbuhnya rasa saling percaya antar kelompok masyarakat, penegakan hukum yang menjamin keadilan; memperbaiki akhlaq bangsa khususnya generasi muda dan mencegah merebaknya penyakit sosial; perbaikan birokrasi penyelenggara negara supaya efisien, efektif dan tidak korup; hadirnya partai politik yang punya idealisme dan dipimpin oleh tokoh negarawan.

Tebuireng, 5 Februari 2017

Bernuansa Menara Kudus, Mushola An-Nabaat Diresmikan Wabup Nganjuk
Minggu, 09 Mei 2021 00:50 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Cita Indonesia Group, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, pertanian, dan peternakan, meresmikan Mushola An-Nabaat yang berlokasi di Desa Batembat Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Peresmian mushola ini dil...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...