Selasa, 11 Desember 2018 01:56

Mandek, MUI Gresik Desak Kasus Sexy Dancer Dituntaskan

Jumat, 20 Januari 2017 10:00 WIB
Editor: nur syaifudin
Wartawan: suhud
Mandek, MUI Gresik Desak Kasus Sexy Dancer Dituntaskan
Ketua MUI Gresik, KH. Mansoer Shodiq bersama penasehat MUI KH. Nur Muhamamad dan Sekretaris MUI Abdul Munif saat rapat menyikapi persoalan sexy dancer. foto: syuhud/ bangsaonline

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Mandeknya pengusutan kasus pagelaran sexy dancer dan lady wash di pelataran GJS (Gelora Joko Samudro) terus memantik berbagai kalangan. Acara itu digelar oleh komunitas YVCI (Yamaha V-Ixion Club Indonesia) Chapter Gresik pada tanggal 22 Oktober 2016.

MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Gresik kembali menyoroti kelanjutan kasus tersebut. "MUI mendesak agar kasus pagelaran sexy dancer dan lady wash segera dituntaskan oleh pihak-pihak berwenang," ujar Penasehat MUI Kabupaten Gresik, KH. Nur Muhammad kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (20/1).

Sebab, ditegaskan Gus Nur, begitu panggilan akrabnya, kasus tersebut telah mencoreng jati diri Kabupaten Gresik sebagai kota santri dan kota wali. "Jangan sampai Gresik Kota Wali ini ternoda atau bahkan diremehkan oleh siapapun atau kelompok manapun," cetusnya.

Dia juga mengingatkan DPRD Gresik agar semangatnya tak kendur dalam mengawal kasus tersebut. "DPRD Gresik punya kewajiban moral untuk menjaga identitas kota santri ini agar jangan sampai dikotori oleh siapapun. Malu kita pada masyarakat kalau kasus ini tiba-tiba hilang begitu saja tanpa ada penuntasannya," cetus dia.

Dikatakan Gus Nur, pasca munculnya kasus tersebut pihaknya langsung mengeluarkan 5 pernyataan sikap. Bahkan sikap MUI ini ditembuskan ke Bupati Sambari dan Kapolres Gresik AKBP Adex Yudiswan.

Kelima pernyataan sikap MUI Gresik itu adalah, pertama, pagelaran sexy dancer dan lady wash yang diadakan komunitas YVCI Chapter Gresik sangat membahayakan moralitas masyarakat, karena tidak sesuai dengan ajaran Islam dan budaya masyarakat Gresik yang lama berpedoman pada ajaran Rasulullah SAW para aulia' dan ulama.

Kedua, Bupati Gresik dan Kapolres Gresik agar menindak tegas pejabat dan staf yang bertanggunjawab atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan melakukan langkah pencegahan secara terstruktur dan sistemastis agar peristiwa sejenis tidak terjadi kembali di kota santri.

Ketiga, aparat penegak hukum hendaknya proaktif melakukan pencegakan hukum secara tegas, cepat, proposional dan profesional dengan menperhatikan rasa keadilan masyarakat.

Keempat, panitia penyelenggara hiburan yang menampilkan sexy dancer dan lady wash harus membuat surat permintaan maaf secara terbuka dan tertulis kepada seluruh masyarakat Kabupaten Gresik.

Dan kelima, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis serta menyerahkan kasus pagelaran sexy dancer dan lady wash kepada aparat penegak hukum.

"Surat pernyataan ditandatangani Ketua MUI KH. Mansoer Shodiq dan Sekreatris Abdul Munif, " pungkas dia. (hud/ns)

Jumat, 07 Desember 2018 13:40 WIB
Oleh: Muchammad Toha*Terlalu pagi saya mendarat di Bandara Hang Nadim, karena untuk sampai di Batam tanpa transit di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng Jakarta dapatnya pesawat pagi. Maka, cukup alasan hotel untuk tidak memberikan kamar pada saya. Bah...
Senin, 03 Desember 2018 14:30 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  Waja’alnaa allayla waalnnahaara aayatayni famahawnaa aayata allayli waja’alnaa aayata alnnahaari mubshiratan litabtaghuu fadhlan min rabbikum walita’lamuu ‘adada alssiniina waalhisaaba wak...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...